Order 85 Porsi Nasi Goreng di Tulungagung, Pelaku Ngaku TNI Kuras Uang Pedagang

- Pewarta

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung – Seorang pedagang nasi goreng di Tulungagung menjadi korban penipuan dengan modus pesanan fiktif. Pelaku berinisial AD (27) mengaku sebagai anggota TNI untuk meyakinkan korban sebelum akhirnya menguras uang jutaan rupiah.

Kasus ini ditangani oleh Polres Tulungagung setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya.

Peristiwa terjadi pada 2 April 2026. Korban menerima pesanan melalui WhatsApp sebanyak 85 porsi nasi goreng. Pelaku mengaku berasal dari Kodim Tulungagung sehingga korban tidak merasa curiga dan langsung menyiapkan pesanan.

Tak lama kemudian, pelaku mengirimkan bukti transfer sebesar Rp1.805.000 sebagai pembayaran. Namun, bukti tersebut ternyata palsu.

“Korban sempat mengembalikan Rp700.000 karena mengira kelebihan transfer,” ujar Nanang Murdianto.

Aksi penipuan tidak berhenti di situ. Pelaku kembali mengelabui korban dengan meminta melakukan transaksi menggunakan QRIS. Tanpa mengetahui itu bagian dari penipuan, korban mengikuti arahan tersebut.

Akibatnya, saldo rekening korban justru terkuras hingga Rp1.805.000.

Korban baru menyadari telah ditipu setelah mengecek rekeningnya yang berkurang. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Petugas bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku. AD ditangkap di rumahnya di wilayah Bojonegoro pada 11 April 2026 sekitar pukul 01.15 WIB.

Saat ini pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan instansi tertentu, terutama jika disertai bukti transfer dan permintaan transaksi lanjutan yang mencurigakan.

(gun)

Berita Terkait

Bulan Dana PMI 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati dan Ketua PMI Tekankan Transparansi dan Aksi Nyata
Kasus Griyo Dalem Kanjengan Belum Tetapkan Tersangka, Masyarakat Menanti Ketegasan Kejari Tulungagung
KADIN Tulungagung Gaspol Dorong UMKM Naik Kelas, Bidik Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Korea
Bakesbangpol Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Antisipasi Hoaks hingga Potensi Konflik Sosial di Tulungagung
MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:01 WIB

Bulan Dana PMI 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati dan Ketua PMI Tekankan Transparansi dan Aksi Nyata

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:11 WIB

Kasus Griyo Dalem Kanjengan Belum Tetapkan Tersangka, Masyarakat Menanti Ketegasan Kejari Tulungagung

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:48 WIB

KADIN Tulungagung Gaspol Dorong UMKM Naik Kelas, Bidik Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Korea

Senin, 27 Juli 2026 - 17:08 WIB

Bakesbangpol Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Antisipasi Hoaks hingga Potensi Konflik Sosial di Tulungagung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:49 WIB

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Berita Terbaru