Mahasiswa GMNI Geruduk DPRD, Tolak Revisi RUU TNI dan Perpol: Soroti Ancaman ke Sipil

- Pewarta

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Gedung DPRD Tulungagung, Selasa (14/4/2026), mendadak ramai oleh aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia. Mereka menyuarakan penolakan terhadap revisi RUU TNI dan Perpol Nomor 10 Tahun 2025 yang dinilai berpotensi mengganggu tatanan sipil.

Dalam orasinya, massa aksi menyoroti salah satu poin krusial dalam revisi tersebut, yakni peluang personel militer menduduki jabatan sipil. Mereka menilai kebijakan itu berbahaya karena dapat membuka ruang tekanan di lembaga sipil yang seharusnya netral.

“Kalau militer masuk terlalu jauh ke ranah sipil, ini bisa mengancam kebebasan masyarakat untuk bersuara,” teriak salah satu orator di lokasi aksi.

Tak hanya soal regulasi, massa juga membawa tuntutan terkait penanganan kasus yang menimpa Andrie Yunus. Mereka mendesak aparat segera menangkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor utama di balik kasus tersebut.

Mahasiswa juga menuntut agar proses hukum tidak dilakukan di peradilan militer, melainkan dialihkan ke peradilan umum. Langkah ini dinilai penting agar proses hukum berjalan terbuka dan dapat diawasi masyarakat.

Mereka bahkan mengingatkan agar kasus ini tidak berakhir seperti Munir Said Thalib yang hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan.

Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat. Massa secara bergantian menyampaikan tuntutan di depan gedung dewan, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami perlambatan.

Perwakilan DPRD yang menemui massa menyatakan akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan. Pihak dewan menegaskan pentingnya menjaga supremasi sipil dalam sistem demokrasi.

“Kami menerima semua aspirasi ini dan akan meneruskan ke DPR RI karena kewenangan ada di pusat,” ujar salah satu perwakilan dewan saat menemui massa.

Aksi tersebut berlangsung tertib meski diwarnai teriakan dan tuntutan keras dari peserta. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga mendapat kejelasan dari pemerintah pusat.

Bagi mereka, isu ini bukan sekadar soal aturan, tetapi menyangkut arah demokrasi ke depan apakah tetap berada di tangan sipil atau mulai bergeser ke kekuatan aparat.

(gun)

Berita Terkait

Trenggalek Percantik Ruang Publik Lewat CSR Bank Jatim, Dukung Visi Kota Atraktif dan Ekonomi Lokal
DPRD Trenggalek Perkuat Perlindungan Koperasi dan UMKM Lewat Perda Baru
Trenggalek dan Imigrasi Ponorogo Perkuat Diseminasi Informasi, Fokus Lindungi Calon Pekerja Migran
Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:47 WIB

Trenggalek Percantik Ruang Publik Lewat CSR Bank Jatim, Dukung Visi Kota Atraktif dan Ekonomi Lokal

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:55 WIB

DPRD Trenggalek Perkuat Perlindungan Koperasi dan UMKM Lewat Perda Baru

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 03:41 WIB

Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka

Berita Terbaru