Dinkes Tulungagung Gelar Bimtek Keamanan Pangan, 62 Pelaku IRTP Didorong Tingkatkan Standar Mutu dan Higienitas Produk

- Pewarta

Jumat, 17 April 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumineerdaily.com, TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas produk pangan lokal dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 16–17 April 2026, dan diikuti oleh 62 pelaku usaha dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, khususnya dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif serta tuntutan konsumen terhadap produk pangan yang aman, berkualitas, dan higienis. Bimtek PKP juga menjadi tahapan krusial dalam proses pengurusan izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), yang menjadi salah satu syarat legalitas produk agar dapat beredar secara luas di masyarakat.

Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Tulungagung, Fira Permata Sari, SKM, dalam sambutannya menegaskan bahwa keamanan pangan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab moral pelaku usaha terhadap konsumen.

“Produk pangan yang aman dan higienis merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan para pelaku IRTP memiliki pemahaman yang komprehensif, tidak hanya untuk memenuhi persyaratan izin, tetapi juga dalam menjaga kualitas produk secara berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah dalam mempercepat penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Dengan adanya pembekalan teknis yang memadai, diharapkan proses perizinan dapat berjalan lebih lancar dan pelaku usaha mampu memenuhi seluruh standar yang ditetapkan.

Selama pelaksanaan bimtek, peserta mendapatkan materi yang disusun secara sistematis dan aplikatif. Materi tersebut meliputi perencanaan produksi pangan yang aman, pemilihan bahan baku yang berkualitas, penerapan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB), hingga teknik penyimpanan dan distribusi produk agar tetap terjaga mutunya.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mendalam mengenai sanitasi dan higienitas lingkungan produksi, termasuk pengelolaan limbah, kebersihan peralatan, serta kesehatan tenaga kerja. Aspek lain yang tak kalah penting adalah pengemasan dan pelabelan produk, di mana pelaku usaha diingatkan untuk mencantumkan informasi yang jelas, jujur, dan tidak menyesatkan bagi konsumen.

Dalam sesi interaktif, para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala yang mereka hadapi di lapangan, seperti keterbatasan fasilitas produksi, pengemasan yang masih sederhana, hingga strategi pemasaran produk agar lebih dikenal luas. Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para pelaku usaha.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam membuka wawasan baru terkait standar keamanan pangan. “Selama ini kami hanya fokus pada produksi dan penjualan, tetapi melalui bimtek ini kami jadi memahami pentingnya proses yang benar agar produk kami benar-benar aman dan bisa bersaing,” ujarnya.

Sebagai bagian dari evaluasi, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Standar kelulusan ditetapkan minimal nilai 60, yang menjadi indikator bahwa peserta telah menguasai materi dasar keamanan pangan. Hasil evaluasi ini juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses lanjutan pengurusan izin PIRT.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, Dinas Kesehatan Tulungagung juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan kepada para pelaku usaha. Pendampingan ini mencakup monitoring penerapan standar di lapangan, konsultasi teknis, hingga pengawasan terhadap produk yang beredar di masyarakat.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa ilmu yang diperoleh selama bimtek benar-benar diterapkan secara konsisten dalam proses produksi sehari-hari. Dengan demikian, kualitas produk IRTP di Tulungagung dapat terus meningkat dan mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional hingga nasional.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong sinergi lintas sektor dalam mendukung pengembangan usaha pangan lokal. Kolaborasi dengan instansi terkait, pelaku usaha, serta masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri rumah tangga pangan.

Masyarakat sebagai konsumen juga diimbau untuk lebih selektif dalam memilih produk pangan, dengan memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, serta legalitas produk. Kesadaran konsumen dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produknya.

Melalui penyelenggaraan Bimtek PKP ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap dapat mencetak pelaku usaha yang tidak hanya produktif, tetapi juga bertanggung jawab dan profesional. Dengan demikian, produk-produk lokal yang dihasilkan mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis usaha mikro dan rumah tangga.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus digelar secara berkala dengan cakupan peserta yang lebih luas, sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan akses terhadap edukasi dan pembinaan di bidang keamanan pangan.

(gun)

Berita Terkait

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah
Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027
Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?
Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung
Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung
Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?
Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat
Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah

Kamis, 10 September 2026 - 00:09 WIB

Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027

Senin, 7 September 2026 - 18:54 WIB

Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 17:49 WIB

Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?

Jumat, 4 September 2026 - 12:34 WIB

Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:53 WIB

Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terbaru