Menu MBG Tunggulsari Diduga Tercampur Kain: Dikira Jamur Kuping, Dikunyah-Ditelan Tersangkut, Ternyata Gombal

- Pewarta

Senin, 20 April 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumineerdaily.com, Tulungagung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan menjadi solusi pemenuhan gizi masyarakat justru memunculkan kejadian tak terduga di Posyandu B3 Desa Tunggulsari, kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026). Salah satu penerima manfaat mengaku menemukan benda mencurigakan dalam menu makanan yang dibagikan.

Menu yang diterima saat itu terlihat seperti biasa, nasi putih, dan lauk pendamping yang sekilas menyerupai jamur kuping. Tidak ada yang tampak janggal dari tampilan awal. Namun, keanehan mulai terasa saat lauk tersebut dikonsumsi.

Menurut penuturan penerima manfaat, tekstur lauk terasa lebih alot dari biasanya. “Awalnya dikira jamur kuping, karena kenyal dan agak ulet. Tapi pas ditelan malah tersangkut di tenggorokan,” ujarnya.

Karena merasa tidak nyaman, makanan tersebut kemudian dikeluarkan kembali. Saat itulah diketahui bahwa benda tersebut bukanlah bahan makanan, melainkan potongan kain atau gombal berwarna gelap yang menyerupai jamur kuping saat dimasak.

Temuan ini sontak memicu reaksi warga sekitar. Beberapa mengaku terkejut, sementara yang lain mencoba menanggapi dengan nada bercanda, meski tetap menyimpan kekhawatiran.

“Kalau dilihat sekilas memang mirip jamur kuping. Tapi kalau sampai ketelan kain, ini jelas bukan hal sepele,” ujar salah satu warga.

Diketahui, menu MBG tersebut berasal dari SPPG Tunggulsari 2 yang dikelola oleh Yayasan Mutiara Rawa Selatan. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi terkait penyebab dugaan tercampurnya benda asing dalam makanan tersebut.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai proses pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG. Sebagai program yang menyasar kelompok rentan, kualitas dan keamanan pangan seharusnya menjadi prioritas utama.

Pengawasan terhadap bahan baku, proses memasak, hingga pengemasan menjadi hal yang tidak bisa dianggap remeh. Keberadaan benda asing seperti kain dalam makanan menunjukkan adanya kemungkinan kelalaian dalam salah satu tahapan tersebut.

Meski sebagian warga mencoba menanggapi dengan humor, kejadian ini tetap menyisakan kekhawatiran. “Ini mungkin bisa ditertawakan sekarang, tapi ke depan jangan sampai terulang. Namanya juga makanan untuk masyarakat,” kata warga lainnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam program sebesar MBG, perhatian terhadap detail kecil sangat menentukan kepercayaan. Sebab, bagi masyarakat penerima manfaat, setiap porsi makanan bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk perhatian yang seharusnya aman, layak, dan benar-benar bisa dikonsumsi.

(gun/red)

Berita Terkait

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah
Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027
Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?
Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung
Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung
Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?
Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat
Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah

Kamis, 10 September 2026 - 00:09 WIB

Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027

Senin, 7 September 2026 - 18:54 WIB

Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 17:49 WIB

Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?

Jumat, 4 September 2026 - 12:34 WIB

Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:53 WIB

Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terbaru