Magetan, lumineerdaily.com – Sebanyak 539 jamaah calon haji asal Kabupaten Magetan resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Minggu, (26/4/2026). Mereka terbagi dalam Kloter 20 dan Kloter 21, dengan titik pemberangkatan dari GOR Ki Mageti yang sejak pagi dipadati keluarga dan kerabat yang turut mengantar.
Suasana haru terasa sejak awal prosesi. Sejumlah jamaah tampak berpamitan dengan keluarga, sementara sebagian lainnya memanfaatkan waktu terakhir untuk berdoa bersama. Pemberangkatan ini dilakukan setelah para jamaah menyelesaikan tahapan administrasi serta pemeriksaan kesehatan yang menjadi syarat wajib sebelum berangkat.
Rombongan calon haji ini didampingi dua Petugas Haji Daerah (PHD) yang akan membantu selama perjalanan awal menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Dari sana, para jamaah dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda.
Bupati Magetan, Nanik Sumantri, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan para jamaah tahun ini. Ia juga memberikan doa agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
“Saya mewakili pemerintah daerah menyampaikan rasa syukur. Semoga seluruh jamaah diberi kesehatan, kelancaran, dan kembali sebagai haji dan hajah mabrur,” ujarnya.
Jumlah jamaah calon haji asal Magetan tahun ini tercatat mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, meskipun di tengah situasi global yang dinamis.
Salah satu Petugas Haji Daerah, Rudi Murtono, mengaku bersyukur bisa terlibat dalam pendampingan jamaah. Menurutnya, tugas ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga memastikan jamaah merasa aman dan nyaman selama perjalanan.
“Alhamdulillah saya bersyukur bisa mendapat amanah ini. Semoga kami bisa mendampingi jamaah dengan baik,” katanya.
Pelepasan jamaah ditandai dengan pengibaran bendera oleh Bupati Magetan. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, kepala OPD, serta sejumlah undangan lainnya.
Bagi para keluarga yang mengantar, momen ini menjadi campuran antara bangga dan haru. Mereka berharap anggota keluarganya dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Pemberangkatan ini tidak hanya menjadi perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual yang telah lama dinantikan oleh para jamaah. Di tengah berbagai kondisi yang terjadi di dunia, kesempatan untuk berangkat haji tetap menjadi harapan besar bagi banyak orang.
(nng)













