Lumineerdaily.com, Ponorogo – Upaya memperkuat manajemen pendidikan terus dilakukan Dinas Pendidikan Ponorogo. Pada pertengahan April 2026, dinas mulai menugaskan ratusan guru untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah satuan pendidikan.
Langkah ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan pembinaan dan penugasan tenaga pendidik yang digelar di wilayah Ponorogo, Selasa (15/04/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran dinas pendidikan, pengawas sekolah, serta para guru yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas.
Penunjukan ini dilakukan karena masih adanya kekosongan jabatan kepala sekolah di berbagai jenjang pendidikan. Untuk memastikan aktivitas sekolah tetap berjalan, guru-guru yang dinilai memiliki pengalaman dan kemampuan manajerial diberikan tugas tambahan sebagai pelaksana tugas (Plt).
Meski demikian, pengisian jabatan belum sepenuhnya selesai. Hingga kini, masih terdapat puluhan posisi kepala sekolah yang belum terisi dan akan diproses secara bertahap melalui mekanisme yang berlaku.
Plt Bupati Lisdyarita dalam arahannya menegaskan bahwa penugasan ini bukan sekadar administratif, tetapi juga tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas pendidikan.
“Peran guru sangat penting, tidak hanya mengajar, tetapi juga memberi contoh dan menjaga lingkungan sekolah tetap kondusif,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada sarana prasarana, tetapi pada semangat dan dedikasi tenaga pendidik di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Lisdyarita mengingatkan agar sekolah menjadi tempat yang aman bagi siswa. Ia meminta seluruh tenaga pendidik ikut menjaga lingkungan belajar agar bebas dari perundungan dan tekanan sosial.
“Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman, aman, dan mendukung perkembangan anak,” katanya.
Sementara itu, pihak dinas pendidikan menyebut bahwa kebijakan ini bersifat sementara sambil menunggu proses pengisian jabatan definitif. Penentuan kepala sekolah tetap akan dilakukan melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari sisi pelaksanaan, guru yang ditunjuk akan menjalankan dua peran sekaligus, yakni sebagai pengajar dan pengelola sekolah. Kondisi ini menuntut kemampuan adaptasi dan manajemen waktu yang baik.
Program penugasan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kegiatan belajar mengajar, sekaligus menjadi solusi jangka pendek atas kekosongan jabatan yang terjadi.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan seluruh posisi kepala sekolah dapat segera terisi agar pengelolaan pendidikan berjalan lebih optimal dan terarah.
(man)







