Jawa Timur Target Pertahankan Produksi Gabah 10,4 Juta Ton, Ponorogo Jadi Salah Satu Penopang Utama

- Pewarta

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produksi padi di Jawa Timur pada 2025 mencapai 10,4 juta ton gabah kering giling dan menjadi tertinggi di Indonesia. Ponorogo menjadi salah satu daerah penopang dengan produksi ratusan ribu ton per tahun. Pemerintah kini fokus menjaga stabilitas produksi di tengah ancaman kekeringan 2026 melalui penguatan sistem irigasi dan pompa air.

Produksi padi di Jawa Timur pada 2025 mencapai 10,4 juta ton gabah kering giling dan menjadi tertinggi di Indonesia. Ponorogo menjadi salah satu daerah penopang dengan produksi ratusan ribu ton per tahun. Pemerintah kini fokus menjaga stabilitas produksi di tengah ancaman kekeringan 2026 melalui penguatan sistem irigasi dan pompa air.

PONOROGO, lumineerdaily.com – Produksi gabah kering giling di Jawa Timur pada 2025 ditargetkan mencapai 10,4 juta ton dan menjadi capaian tertinggi di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Angka ini menunjukkan peran besar sektor pertanian Jawa Timur dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi tolok ukur penting untuk tahun-tahun berikutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Heru Suseno, menyebutkan capaian produksi tersebut tidak lepas dari kerja panjang petani serta dukungan berbagai program pemerintah. Namun, ia menilai tantangan ke depan tidak ringan, terutama terkait perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi hasil panen.

Salah satu wilayah yang ikut berkontribusi besar adalah Ponorogo. Daerah ini tercatat menyumbang produksi gabah kering giling sekitar 436.000 ton per tahun dan masuk dalam jajaran 10 besar daerah penghasil padi di Jawa Timur. Pemerintah berharap capaian tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga tetap stabil di tahun 2026.

Heru mengingatkan, berdasarkan prediksi BMKG, tahun 2026 masih berpotensi mengalami periode kekeringan yang cukup panjang. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi ketersediaan air untuk lahan pertanian, terutama sawah yang sangat bergantung pada sistem irigasi.

Menurutnya, tantangan utama yang perlu diantisipasi adalah bagaimana memastikan suplai air tetap berjalan meski curah hujan menurun. Karena itu, berbagai langkah teknis terus didorong, mulai dari pemanfaatan mesin pompa air, pembangunan sumur dalam, hingga penguatan jaringan irigasi teknis yang lebih stabil.

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2025 juga menjalankan program perpompaan sebanyak 2.200 unit yang disebar ke berbagai kabupaten. Program ini ditujukan untuk membantu petani mengatasi keterbatasan air saat musim kemarau sehingga proses tanam dan produksi tidak terhenti.

“Program ini menjadi salah satu upaya agar kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi ketika musim kering berlangsung,” ujar Heru.

Dengan kombinasi dukungan infrastruktur air dan kesiapan petani, pemerintah berharap produksi padi di Jawa Timur tetap terjaga. Tantangan iklim memang tidak bisa dihindari, namun adaptasi di sektor pertanian dinilai menjadi kunci agar ketahanan pangan tetap kuat dari waktu ke waktu.

(man)

Berita Terkait

51 Biksu Jalan Kaki Lintas Negara Akan Singgah di Nganjuk, Bawa Pesan Perdamaian Menuju Waisak 2026
Ponorogo Tunda Rekrutmen ASN hingga 2027, Fokus Tekan Belanja Pegawai
Tradisi Methik Pari di Glinggang Ponorogo Jadi Wujud Syukur Petani Jelang Panen
Bea Cukai Pasuruan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp6,39 Miliar
Pemkab Bangkalan Libatkan Kader Posyandu untuk Validasi Data Penerima Program Makan Bergizi Gratis
539 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Diberangkatkan, Suasana Haru Iringi Pelepasan di GOR Ki Mageti
Kekosongan Kepala Sekolah di Ponorogo, Ratusan Guru Ditunjuk Isi Jabatan
Sinyal Politik Menguat di Jatim, PDIP dan NU Disebut Makin Menyatu Jelang Tahun Politik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 18:43 WIB

51 Biksu Jalan Kaki Lintas Negara Akan Singgah di Nganjuk, Bawa Pesan Perdamaian Menuju Waisak 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 00:37 WIB

Ponorogo Tunda Rekrutmen ASN hingga 2027, Fokus Tekan Belanja Pegawai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:28 WIB

Tradisi Methik Pari di Glinggang Ponorogo Jadi Wujud Syukur Petani Jelang Panen

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:18 WIB

Jawa Timur Target Pertahankan Produksi Gabah 10,4 Juta Ton, Ponorogo Jadi Salah Satu Penopang Utama

Senin, 27 April 2026 - 19:24 WIB

Bea Cukai Pasuruan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp6,39 Miliar

Senin, 27 April 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Bangkalan Libatkan Kader Posyandu untuk Validasi Data Penerima Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 26 April 2026 - 14:53 WIB

539 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Diberangkatkan, Suasana Haru Iringi Pelepasan di GOR Ki Mageti

Rabu, 15 April 2026 - 05:08 WIB

Kekosongan Kepala Sekolah di Ponorogo, Ratusan Guru Ditunjuk Isi Jabatan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB