TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Dinas Perhubungan Tulungagung mencatatkan prestasi dalam efisiensi anggaran. Dalam waktu 8 bulan, Dishub berhasil menekan tagihan listrik Penerangan Jalan Umum hingga Rp1,8 miliar melalui program penggantian lampu dan meterisasi PJU.
Kabid Lalu Lintas Dishub Tulungagung, Panji Putranto, menyebut penghematan besar ini adalah hasil kerja nyata dua skema yang dijalankan sejak November 2025.
“Dulu setiap bulan Pemda harus bayar tagihan listrik PJU Rp2,3 miliar. Itu karena banyak PJU nonmeterisasi dan masih pakai lampu daya besar. Sekarang rata-rata tagihannya turun jadi Rp2 miliar hingga Rp1,8 miliar saja,” kata Panji, Minggu 20/07/2026.
- Meterisasi PJU bersama PLN
Sejak November 2025, seluruh titik PJU nonmeterisasi didata dan dipasangi meteran. Langkah ini untuk mencegah kebocoran arus listrik yang selama ini membengkakkan tagihan.
- Migrasi lampu SON-T ke LED
Lampu PJU jenis SON-T 300 watt diganti masal dengan LED 60 watt. Daya yang dipakai turun drastis hingga 80% per tiang, tapi penerangan tetap optimal.
“Jenis lampu SON-T itu memakan daya 300 watt untuk satu tiang. Sedangkan daya lampu LED hanya 60 watt. Dengan daya lebih rendah, beban tagihan otomatis turun,” jelasnya.
Setiap bulan Dishub Tulungagung kini mampu menghemat Rp300 juta dari pembayaran tagihan listrik PJU. Hingga pertengahan 2026, total penghematan yang terkumpul sudah mencapai Rp1,8 miliar.
“Prestasi ini tidak hanya soal hemat. Uang Rp1,8 miliar yang berhasil kami tekan akan kami alihkan untuk pemeliharaan PJU rutin dan pengadaan PJU baru di wilayah yang masih gelap dan butuh penerangan,” papar Panji.
Keberhasilan ini menjadikan Tulungagung sebagai salah satu daerah yang serius membenahi efisiensi PJU. Dengan tagihan yang lebih ringan dan penerangan yang tetap terjaga, APBD bisa dialokasikan lebih produktif untuk kepentingan masyarakat.
Editor: Redaksi
Pewarta: Dian















