Warga Desak Pemkab Tulungagung Turun Tangan Tangani Langes Diduga dari PG Mojopanggung

- Pewarta

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Keluhan warga terkait langes atau jelaga hitam yang diduga berasal dari aktivitas Pabrik Gula (PG) Mojopanggung saat musim giling tebu kini mengarah kepada tuntutan agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan. Warga berharap persoalan yang mereka alami setiap musim giling tidak lagi dibiarkan berlarut-larut.

Menurut warga, sebaran langes tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar pabrik yang berada di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, tetapi juga menjangkau sejumlah desa lain saat terbawa embusan angin. Butiran hitam tersebut mengotori atap rumah, kendaraan, jemuran pakaian hingga masuk ke dalam rumah warga.

Salah seorang warga berinisial P.M mengatakan, kondisi itu sudah menjadi persoalan yang terus berulang setiap musim giling tebu. Rumah yang tidak memiliki plafon menjadi yang paling terdampak karena langes mudah masuk ke dalam ruangan.

“Tempat tidur, lantai, meja, sampai makanan ikut terkena langes. Hampir setiap hari kami membersihkannya, tetapi beberapa jam kemudian sudah kotor lagi,” katanya.

Warga mengaku tidak mempersoalkan aktivitas produksi gula yang menjadi salah satu penopang perekonomian. Namun, mereka berharap aktivitas industri juga memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat di sekitarnya.

Karena itu, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui dinas dan instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, serta pihak-pihak yang berwenang, segera melakukan pengecekan di lapangan. Pemerintah diminta mengkaji penyebab munculnya langes, melakukan pengawasan terhadap sistem pengendalian emisi, serta memfasilitasi penyelesaian persoalan antara masyarakat dan pihak pabrik.

Selain penanganan jangka pendek, warga juga berharap ada solusi jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim giling tebu.

“Kami ingin ada perhatian dari pemerintah. Jangan sampai keluhan warga hanya didengar setiap musim giling, tetapi tidak pernah ada penyelesaian yang nyata,” ujar seorang warga.

(GN)

Berita Terkait

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik
Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW
FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26 WIB

FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Tampung 1000 Siswa Kurang Mampu

Berita Terbaru