TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dijadwalkan mulai membangun Sekolah Rakyat Tulungagung pada Oktober 2026. Sekolah ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dengan sistem asrama dan pendidikan gratis.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Sosial, pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung masuk dalam tahap III nasional. “Pembangunan Sekolah Rakyat masih terus berproses. Pertengahan Oktober pembangunan bisa dimulai,” ujar Reni pada Rabu (23/7/2026).
Saat ini Pemerintah Kabupaten Tulungagung masih menyelesaikan sejumlah perizinan. Dokumen yang masih dalam proses verifikasi di antaranya Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang atau KKPR dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Upaya Pemantauan Lingkungan atau UKL-UPL. Sementara untuk akses, izin pembangunan jembatan menuju lokasi sudah diterbitkan oleh BBWS. “Untuk izin pembangunan jembatan sebagai akses menuju Sekolah Rakyat sudah selesai dari BBWS,” jelasnya.
Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan seluas 5,2 hektare yang berlokasi di dekat Rusunawa Jepun, Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Seluruh proses pembangunan fisik nantinya akan dilaksanakan langsung oleh Kementerian PU.
Reni menambahkan, Sekolah Rakyat Tulungagung ditargetkan dapat menampung 1.000 siswa. Namun penerimaan siswa memiliki syarat ketat, yakni harus berasal dari desil 1 dan 2 yang merupakan kelompok keluarga paling miskin. Karena menggunakan sistem asrama, siswa juga diwajibkan tinggal di lingkungan sekolah. “Karena sistemnya asrama, makanya ada tantangan tersendiri untuk mencari siswa kelas I SD. Harus ada kesiapan anak dan orang tua,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, Pemkab Tulungagung berharap dapat menekan angka putus sekolah akibat faktor ekonomi. Program ini diharapkan menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis, makan, dan tempat tinggal yang disediakan di asrama.
Editor : Redaksi
Pewarta : Dian Semena















