Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

- Pewarta

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Plt Kepala Disperkim Tulungagung Makrus Manan

Foto: Plt Kepala Disperkim Tulungagung Makrus Manan

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman atau Disperkim Tulungagung menemukan sejumlah sungai mati yang kini berubah fungsi menjadi permukiman warga. Ironisnya, lahan tersebut belum memiliki kejelasan status hukum.

Plt Kepala Disperkim Tulungagung Makrus Manan mengatakan, sungai mati itu tersebar di beberapa titik. Salah satunya di Kecamatan Besuki, tepatnya di Desa Tanggulwelahan dan Desa Tanggulkudung. Penyebabnya pembangunan saluran Lodagung yang membuat aliran sungai berpindah.

“Di Kecamatan Besuki kami temukan dua lokasi sungai mati yang disebabkan karena pembangunan saluran Lodagung. Jadi aliran sungai berubah dan membuat beberapa sungai mati,” ujarnya, Kamis (24/7/2026).

Luasan sungai mati di sana mencapai sekitar 2 hektare memanjang. Kini lahan itu sudah dipenuhi hunian permanen milik warga. Ada sekitar 6 sampai 8 rumah yang berdiri di atasnya. Warga juga membuat akses jalan dan saluran irigasi ke sawah. Namun hingga kini mereka belum mengantongi sertifikat kepemilikan tanah yang sah.

Temuan lain ada di aliran Sungai Ngrowo. Mulai dari Desa Tawing hingga Desa Moyoketen, Disperkim mencatat ada ratusan rumah yang berdiri di atas sungai mati.

“Jadi dulu ada perubahan bentuk Sungai Ngrowo, jadi beberapa saluran tidak teraliri air dan kini menjadi sungai mati. Sekarang digunakan warga untuk mendirikan rumah,” jelas Makrus.

Karena dibangun di atas lahan sungai mati, rumah-rumah itu rawan bermasalah secara administrasi. Warga menempati sudah lama, tapi tidak ada bukti kepemilikan resmi.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, Disperkim Tulungagung akan berkoordinasi dengan ATR/BPN. Pembahasannya akan dilakukan bersama Tim Gugus Tugas Reforma Agraria atau GTRA.

“Nanti kami akan bahas bersama dengan tim GTRA. Apabila memenuhi syarat, lahan tersebut berpotensi bisa dilakukan redistribusi kepada warga yang sudah lama menempati,” paparnya.

Langkah ini diharapkan bisa memberi kepastian hukum bagi warga, sekaligus menata kawasan agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Editor : Redaksi 

Pewarta : Dian

Berita Terkait

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik
Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW
FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB
Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Tampung 1000 Siswa Kurang Mampu

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26 WIB

FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Tampung 1000 Siswa Kurang Mampu

Berita Terbaru