TULUNGAGUNG, lumimneerdaily.com – Kamar Dagang dan Industri KADIN Kabupaten Tulungagung tancap gas mendorong UMKM lokal naik kelas. Caranya dengan membuka akses pasar ekspor lewat jaringan internasional yang sudah dimiliki KADIN.
Langkah awal yang dilakukan adalah mengkurasi produk-produk UMKM agar bisa masuk standar pasar luar negeri. Di tahap pertama, KADIN akan memprioritaskan dua kategori utama yaitu produk kerajinan serta makanan dan minuman. Tiga negara jadi bidikan awal ekspor yakni Malaysia, Singapura, dan Korea.
Ketua KADIN Tulungagung, Rifky Firmansyah menyebut sekitar 10 produk unggulan akan diseleksi untuk dipersiapkan ekspor. Tidak hanya itu, UMKM terpilih juga akan dapat pendampingan penuh. Mulai dari akses investor, perbaikan manajemen usaha, hingga dipertemukan langsung dengan buyer potensial di luar negeri.
Namun jalan ke pasar ekspor tidak mudah. Tantangan terbesar UMKM saat ini ada pada inovasi, kreativitas, dan kemampuan menjaga kualitas saat produksi dalam jumlah besar.
Beberapa produk lokal dinilai punya peluang besar menembus pasar internasional. Sebut saja kerupuk rambak, Shanghai Gangsar, dan jenang Lasimun. Ketiganya punya cita rasa khas yang bisa jadi daya tarik di luar negeri. Sementara untuk sektor non-kuliner, marmer, onyx, batu mozaik, dan batu fosil masih jadi penyumbang utama ekspor Tulungagung dan akan terus digenjot.
Agar pelaku usaha makin siap bersaing, KADIN juga menargetkan menggelar 36 pelatihan UMKM hingga akhir 2026. Pelatihan ini fokus meningkatkan daya saing, baik untuk pasar nasional maupun internasional.
Dengan strategi kurasi produk, pendampingan, dan pelatihan masif, KADIN berharap UMKM Tulungagung tidak hanya bertahan, tapi benar-benar bisa go international.
(diaN)















