TULUNGAGUNG, Lumineerdaily.com – Musim kemarau mulai berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Tulungagung. Dinas Pertanian (Dispertan) mencatat sedikitnya 11 hektare lahan padi mengalami kekeringan sejak Juni 2026. Meski demikian, seluruh tanaman masih dapat diselamatkan sehingga belum ada laporan gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, mengatakan laporan pertama diterima pada Juni 2026 dari Kecamatan Pakel. Saat itu, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar tujuh hektare.
Lahan yang mengalami kekeringan tersebar di Desa Ngebong seluas dua hektare dan Desa Suwaluh sekitar lima hektare. Memasuki awal Juli, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Campurdarat, tepatnya di Desa Pelem dan Desa Wates dengan luas terdampak sekitar empat hektare.
“Total lahan tanaman padi yang terdampak kekeringan hingga saat ini mencapai 11 hektare,” kata Suyanto.
Menurutnya, penanganan di Kecamatan Pakel telah dilakukan melalui program pompanisasi sehingga kebutuhan air untuk tanaman padi dapat terpenuhi. Langkah tersebut membuat tanaman tetap dapat dipertahankan dan terhindar dari kerusakan yang lebih parah.
Sementara itu, upaya penanganan di Kecamatan Campurdarat masih terus dilakukan. Dinas Pertanian bersama pihak terkait berupaya menjaga pasokan air agar kekeringan tidak meluas ke lahan pertanian lainnya.
Hingga saat ini, Dispertan memastikan belum ada tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan.
Selain melakukan penanganan di lokasi terdampak, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kondisi serupa selama puncak musim kemarau. Kawasan perbukitan seperti Kecamatan Tanggunggunung, Pucanglaban, Sendang, dan Pagerwojo menjadi daerah yang dipantau karena memiliki keterbatasan sumber air.
Di wilayah tersebut, sebagian petani telah menyesuaikan pola tanam dengan mengurangi penanaman padi dan beralih ke komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering, seperti jagung. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
Dinas Pertanian mengimbau petani terus memantau kondisi lahan serta berkoordinasi dengan petugas penyuluh pertanian apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
(gUn)













