BLITAR, Lumineer Daily – Akses Jalan Bendungan Lahor yang menghubungkan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang resmi tidak lagi dapat dilalui kendaraan roda empat mulai Sabtu (1/8). Kebijakan tersebut diberlakukan oleh Perum Jasa Tirta I (PJT I) sebagai upaya menjaga keamanan sekaligus melindungi kondisi Bendungan Lahor yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
Dengan berlakunya aturan tersebut, mobil pribadi maupun kendaraan roda empat lainnya tidak diperkenankan melintasi jalan di atas bendungan. Pengecualian hanya diberikan kepada kendaraan operasional, ambulans, kendaraan untuk penanganan keadaan darurat, serta sepeda motor yang tetap diperbolehkan melintas dengan ketentuan tertentu.
PJT I menyebut penutupan akses dilakukan karena Bendungan Lahor merupakan salah satu objek vital nasional. Selain faktor keamanan, usia bendungan yang telah mencapai sekitar 40 tahun juga menjadi pertimbangan dalam pembatasan lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut.
Pemberlakuan kebijakan ini berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar bendungan. Warga dari Desa Olak Alen, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, serta wilayah Mboto dan Ngreco, Kabupaten Malang, menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.
Selama ini, sebagian warga menggantungkan penghasilan dari usaha yang berkembang di kawasan Bendungan Lahor, seperti warung makan, penginapan, hingga usaha jasa lainnya yang bergantung pada kunjungan wisatawan maupun pengguna jalan.
Camat Selorejo, Agung Nugroho Sutamat, mengatakan sebagian warga masih menyayangkan keputusan tersebut karena dikhawatirkan akan mengurangi jumlah pengunjung dan berdampak pada pendapatan pelaku usaha di sekitar bendungan.
Ia menambahkan, pemerintah kecamatan menghormati apabila masyarakat ingin menyampaikan aspirasi atau keberatan atas kebijakan tersebut, selama dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan tetap menjaga ketertiban.
Meski mendapat penolakan dari sebagian warga, PJT I tetap menjalankan kebijakan penutupan sesuai jadwal. Pengelola berharap langkah tersebut dapat menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan Bendungan Lahor tetap berfungsi secara optimal sebagai infrastruktur sumber daya air yang memiliki peran penting bagi masyarakat.
(gun)













