BLITAR, Lumineerdaily.com – Bupati Blitar Rijanto melepas pengiriman bantuan untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikumpulkan dari berbagai unsur di Kabupaten Blitar dan dikirim melalui jalur darat sebelum diteruskan menggunakan kapal dari Surabaya.
Rijanto mengatakan, gerakan membantu korban bencana kembali menunjukkan kepedulian masyarakat Blitar. Ia mengapresiasi para pengusaha, paguyuban, organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat yang ikut menyumbangkan barang maupun kebutuhan pokok.
“Inilah ciri khas warga Blitar, cepat tanggap. Begitu ada yang kesusahan langsung bergerak dengan mengumpulkan bantuan dan menyalurkannya,” kata Rijanto, Rabu (26/8/2026).
Menurut Rijanto, bantuan yang dikumpulkan tidak harus selalu berupa uang. Para donatur memberikan barang sesuai kemampuan dan bidang usaha masing-masing.
Pengusaha ayam petelur, misalnya, menyumbangkan sekitar 8,7 ton telur. Bantuan tersebut menjadi salah satu yang paling besar karena Blitar dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur ayam.
Selain telur, bantuan yang dikirim juga terdiri dari 2,65 ton beras, sekitar dua ton gula pasir, ratusan dus susu, mi instan dan berbagai kebutuhan lainnya.
Ada pula 356 kilogram sambal pecel siap santap. Produk khas Blitar itu ikut dikirim agar bisa langsung dikonsumsi warga penerima bantuan.
“Kalau pengusaha memiliki gula pasir, diberikan bantuan gula pasir. Paguyuban pengusaha penggilingan padi memberi beras. Peternak ayam telur juga menyalurkan bantuan telur,” ujar Rijanto.
Bantuan tersebut sebelumnya diberangkatkan dari Pendapa Sasana Adi Praja, kompleks Kantor Bupati Blitar di Kanigoro, Selasa (25/8/2026). Nilai seluruh bantuan yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Rijanto menyebut pengiriman kali ini merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah Kabupaten Blitar tidak bergerak sendiri karena sejumlah pengusaha dan kelompok masyarakat ikut mengambil bagian.
Ia menilai kebiasaan warga Blitar membantu daerah lain ketika terjadi bencana sudah berlangsung cukup lama. Ketika ada masyarakat di daerah lain membutuhkan pertolongan, respons dari warga Blitar biasanya tidak membutuhkan waktu panjang.
“Dan ini sudah menjadi tradisi. Bukan hanya ketika gempa di NTT, tetapi sebelumnya ketika ada daerah yang tertimpa bencana, Blitar langsung gerak,” ucapnya.
Dari Blitar, bantuan dibawa menggunakan armada truk menuju Surabaya. Selanjutnya barang-barang tersebut akan diangkut melalui jalur laut menuju wilayah Flores untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa.
(gUN).













