Blitar, Lumineerdaily.com – Melon hasil budidaya petani Kabupaten Blitar kembali mendapat tempat di pasar luar negeri. Pelepasan ekspor melon tahun 2026 dilakukan di Desa Duren, Kecamatan Talun, Rabu (26/8/2026), bersamaan dengan kegiatan “Berbagi Energi” dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional.
Kegiatan tersebut melibatkan PT Sewu Segar Nusantara (Sunpride) yang selama ini menjadi salah satu mitra dalam pendampingan dan pemasaran hasil pertanian.
Bupati Blitar Rijanto mengatakan keberhasilan petani Desa Duren membawa melon hingga pasar ekspor tidak lepas dari kerja keras mereka dalam menjaga kualitas tanaman dan hasil panen.
Menurutnya, capaian tersebut juga menunjukkan bahwa pertanian di Blitar mempunyai peluang untuk berkembang lebih jauh apabila petani mendapat pendampingan dan akses pasar yang memadai.
“Semoga ini menjadi awal dari langkah yang lebih besar, agar semakin banyak produk pertanian Blitar yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” kata Rijanto.
Ia berharap keberhasilan Desa Duren dapat diikuti wilayah lain. Sentra-sentra melon di Kabupaten Blitar dinilai masih mempunyai peluang untuk berkembang, terutama dengan peningkatan kualitas produksi dan penerapan teknologi dalam proses budidaya.
Data Pemkab Blitar mencatat luas lahan melon pada 2025 mencapai 175 hektare dengan produksi sebanyak 3.301 ton. Sedangkan sepanjang Januari hingga Juli 2026, luas tanam tercatat 94 hektare, dengan luas panen 73 hektare dan produksi mencapai 1.316 ton.
Rijanto juga melihat budidaya melon tidak harus berhenti pada aktivitas pertanian. Menurutnya, lahan yang dikelola secara baik bisa dikembangkan menjadi bagian dari agrowisata maupun ekowisata.
Konsep tersebut dinilai bisa membuka pengalaman baru bagi masyarakat untuk melihat langsung proses pertanian sekaligus memberikan tambahan aktivitas ekonomi bagi warga di sekitar lokasi.
Karena itu, ia meminta petani terus memperhatikan mutu hasil panen, meningkatkan produktivitas, serta mulai memanfaatkan teknologi yang dapat membantu proses budidaya.
Di sisi lain, Rijanto berharap perusahaan yang bergerak di sektor pertanian terus memperluas kemitraan dengan petani. Pendampingan, peningkatan kapasitas dan kepastian akses pasar menjadi bagian yang dinilai penting agar hasil pertanian mempunyai nilai jual lebih baik.
Dalam kegiatan tersebut, perhatian juga diberikan kepada kondisi para petani. Pemeriksaan kesehatan digelar bagi petani yang hadir. Selain itu, diserahkan pula bantuan sejumlah alat dan sarana pertanian.
Rijanto menilai kondisi petani tidak kalah penting dibanding tanaman yang mereka rawat. Menurutnya, produktivitas pertanian akan lebih baik apabila petani juga memiliki kondisi kesehatan yang terjaga.
Pelepasan ekspor melon tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara petani, pemerintah dan dunia usaha. Dari Desa Duren, produk pertanian Blitar diharapkan semakin banyak yang mampu menembus pasar di luar daerah hingga pasar internasional.
(gun)













