Tulungagung – Pemeriksaan terhadap pejabat di lingkungan Pemkab Tulungagung mulai terungkap ke publik. Salah satunya dialami Kepala Dinas Kesehatan, Desi Lusiana Wardhani, yang mengaku menjalani pemeriksaan intensif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi selama sekitar dua jam.
Pemeriksaan dilakukan di Polres Tulungagung pada Jumat malam (10/4/2026), beberapa jam setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret Bupati Gatut Sunu Wibowo.
Desi mengungkapkan, selama pemeriksaan dirinya diminta menjelaskan berbagai hal pertanyaan yang diajukan penyidik disebut cukup banyak.
“Sekitar dua jam diperiksa. Pertanyaannya puluhan, diminta menjelaskan pertanyaan dari penyidik,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh pertanyaan dijawab apa adanya sesuai yang diketahui. Namun, ketika disinggung soal dugaan pemerasan terhadap kepala OPD yang menjadi bagian dari konstruksi perkara, Desi memilih tidak memberikan komentar.
“Mohon maaf, itu sudah masuk materi penyidikan, saya tidak bisa menyampaikan,” katanya singkat.
Meski tengah menjadi bagian dari proses pemeriksaan, Desi memastikan layanan kesehatan di Tulungagung tetap berjalan normal. Aktivitas di puskesmas, rumah sakit, hingga layanan kesehatan lainnya disebut tidak terganggu.
“Pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada perubahan,” tegasnya.
Seperti diketahui, OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi menyeret nama Gatut Sunu Wibowo dan sejumlah pihak lainnya. Sejumlah pejabat OPD pun turut dimintai keterangan untuk mendalami kasus tersebut.







