Warga Gempolan Pakel Resah, Jalan Desa Dilintasi Truk Tinggi Imbas Jembatan Gondang I Ditutup

- Pewarta

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Warga Desa Gempolan, Kecamatan Pakel resah. Sejak Jembatan Gondang I ditutup, jalan alternatif di desa mereka setiap hari dilintasi truk-truk tonase tinggi. Padahal jalan itu tidak kuat menahan beban besar.

Keluhan warga memuncak karena getaran, kebisingan, dan kerusakan jalan mulai terasa. Jalan di Desa Gempolan merupakan jalan kelas tiga yang hanya diperuntukkan bagi kendaraan maksimal 8 ton. Jika dipaksa dilintasi truk besar, badan jalan dan utilitas warga terancam rusak.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Tulungagung, Ferdi Arif, membenarkan keresahan itu. Menurutnya, setelah 11 portal pembatas ketinggian dipasang di jalur alternatif Kecamatan Gondang, truk besar justru beralih ke Desa Gempolan.

“Setelah kami pasang 11 portal di Kecamatan Gondang, ternyata banyak truk besar beralih ke jalan alternatif di Desa Gempolan, Kecamatan Pakel,” ujar Ferdi, Minggu (20/07/2026).

Warga tidak tinggal diam. Mereka sudah bersurat ke Dishub Tulungagung meminta tambahan portal pembatas ketinggian di Desa Gempolan. Usulan itu sudah dibahas dalam rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Di Desa Gempolan mengusulkan untuk menambah dua portal. Usulan ini akan kami sampaikan kepada kontraktor pembangunan Jembatan Gondang I sebagai penanggung jawab proyek,” jelas Ferdi.

Forum LLAJ juga menekankan agar masyarakat ikut aktif menghalau truk tonase tinggi yang nekat masuk. Sebab pemasangan portal saja dinilai belum cukup efektif menghentikan truk besar.

Warga berharap pemasangan portal tambahan segera terealisasi sebelum jalan desa semakin parah dan membahayakan pengguna jalan lain. Penutupan Jembatan Gondang I sendiri dilakukan karena proses pembangunan, sehingga arus kendaraan besar terpaksa mencari jalur alternatif lain.

(Dian)

Berita Terkait

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah
Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027
Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?
Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung
Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung
Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?
Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat
Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah

Kamis, 10 September 2026 - 00:09 WIB

Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027

Senin, 7 September 2026 - 18:54 WIB

Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 17:49 WIB

Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?

Jumat, 4 September 2026 - 12:34 WIB

Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:53 WIB

Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terbaru