TULUNGAGUNG, LumineerDaily.com – Hubungan antara polisi dan pengemudi ojek online (ojol) di Tulungagung dibangun melalui komunikasi langsung. Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi bertemu dengan komunitas ojol untuk berdiskusi sekaligus doa bersama.
Pertemuan itu berlangsung dalam suasana santai. Para pengemudi ojol dan kepolisian berbicara mengenai persoalan yang bersinggungan dengan keamanan, ketertiban, hingga keselamatan di jalan.
Bagi Kapolres, komunikasi seperti itu diperlukan karena pengemudi ojol bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari. Mereka berada di jalan dalam waktu cukup lama dan berinteraksi dengan banyak orang.
Wiwin meminta para pengemudi tidak memilih diam ketika menemukan persoalan di lapangan. Menurut dia, masalah yang muncul lebih baik segera dibicarakan agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Harapan kami, komunikasi harus terus terjalin dengan baik. Apabila ada permasalahan, mari kita bicarakan dan selesaikan bersama-sama,” ujar Wiwin.
Ia juga mengajak komunitas ojol ikut menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Selain soal keamanan, perhatian diberikan pada keselamatan berkendara karena aktivitas para pengemudi sebagian besar berlangsung di jalan raya.
“Rekan-rekan ojek online memiliki peran yang sangat dekat dengan masyarakat. Kami berharap rekan-rekan ojol dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kamtibmas serta menjadi pelopor keselamatan dalam berkendara,” katanya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Wiwin untuk mendengar langsung dari para pengemudi. Ia menilai hubungan polisi dengan masyarakat tidak cukup dibangun hanya ketika terjadi persoalan.
Ketua P.D.O.I Kabupaten Tulungagung, Haris, menyambut baik pertemuan tersebut. Ia mengatakan komunitas ojol siap menjaga hubungan komunikasi dengan kepolisian.
“Kami dari P.D.O.I Tulungagung berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Polres Tulungagung. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar komunikasi makin erat,” ujar Haris.
Menurut Haris, komunikasi yang rutin membuat persoalan yang dihadapi pengemudi maupun masyarakat bisa lebih mudah disampaikan dan dicarikan jalan keluarnya.
Di akhir pertemuan, Kapolres memberikan cendera mata kepada perwakilan komunitas ojol. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama.
Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pengemudi ojol tidak hanya dipandang sebagai pengguna jalan. Dengan aktivitas mereka yang setiap hari berpindah dari satu tempat ke tempat lain, komunitas ini juga bisa menjadi sumber informasi sekaligus mitra kepolisian dalam menjaga situasi di Tulungagung.
(gUN)













