Ketua DPRD Tulungagung Terima 13 Aspirasi Mahasiswa, Dari Layanan Listrik hingga Program MBG

- Pewarta

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Tulungagung Marsono menerima dan menampung 13 poin aspirasi yang disampaikan Aliansi Mahasiswa Tulungagung

Ketua DPRD Tulungagung Marsono menerima dan menampung 13 poin aspirasi yang disampaikan Aliansi Mahasiswa Tulungagung

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Gelombang aspirasi dari kalangan mahasiswa mewarnai halaman Gedung DPRD Kabupaten Tulungagung, Rabu (24/6/2026). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tulungagung datang membawa berbagai tuntutan yang menyentuh persoalan pelayanan publik daerah hingga kebijakan pemerintah di tingkat nasional.

Aksi berlangsung damai dan diakhiri dengan dialog antara perwakilan mahasiswa bersama Ketua DPRD Tulungagung Marsono. Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyerahkan sedikitnya 13 poin tuntutan yang mereka harapkan mendapat perhatian pemerintah dan lembaga legislatif.

Ketua DPRD Tulungagung Marsono mengatakan DPRD menghormati penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Seluruh masukan yang diterima, kata dia, akan dipelajari dan diteruskan kepada instansi sesuai dengan kewenangannya.

“Kami menerima seluruh aspirasi yang disampaikan. Tugas kami adalah menampung dan meneruskan kepada pihak terkait agar menjadi bahan evaluasi maupun tindak lanjut,” ujar Marsono.

Salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian dalam aksi tersebut adalah layanan kelistrikan. Mahasiswa menilai frekuensi pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Tulungagung berdampak pada aktivitas masyarakat, mulai dari pelaku usaha mikro, petani hingga pembudidaya ikan.

Koordinator lapangan aksi, Hendra Nurdiansyah, meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan kelistrikan. Ia juga mendorong adanya mekanisme yang memberikan kepastian kepada pelanggan apabila terjadi gangguan layanan yang menimbulkan kerugian.

Selain persoalan kelistrikan, mahasiswa juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka berharap pelaksanaan program tersebut terus dievaluasi agar tujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal.

Menurut Hendra, evaluasi perlu dilakukan mulai dari pelaksanaan di lapangan, sistem pengawasan, hingga tata kelola anggaran. Ia menilai setiap program pemerintah yang menggunakan dana publik harus dijalankan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mahasiswa juga menyinggung pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Mereka meminta pemerintah melakukan pengawasan sejak tahap awal agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan terhindar dari potensi penyimpangan.

Tak hanya itu, massa aksi turut menyampaikan aspirasi mengenai perlunya transparansi pengelolaan APBD, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat, hingga penguatan supremasi sipil dan perlindungan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat.

Marsono menegaskan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai kebijakan yang menjadi kewenangannya. Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Harapan kita sama, yaitu setiap kebijakan dan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta dijalankan secara transparan, efektif, dan akuntabel,” katanya.

Setelah menyampaikan tuntutan dan berdialog dengan pimpinan DPRD, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Mereka berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata oleh pemerintah maupun instansi terkait. (gun)

Berita Terkait

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik
Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW
FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26 WIB

FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Tampung 1000 Siswa Kurang Mampu

Berita Terbaru