KPK Periksa 9 Pejabat Tulungagung, Telusuri Dugaan Pola Setoran di Lingkungan OPD

- Pewarta

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumineerdaily.com, Tulungagung – Penanganan perkara dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berlanjut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sembilan pejabat daerah sebagai saksi pada Rabu (22/4/2026) di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan penerimaan lainnya yang berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebutkan bahwa saksi yang diperiksa berasal dari sejumlah posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah.

Adapun sembilan pejabat yang diperiksa meliputi:

  • AW – Kepala Bagian Protokol Setda Tulungagung
  • JTR – Staf Protokol Setda Tulungagung
  • AL – Sekretaris Pribadi Bupati
  • MG – Sekretaris Pribadi Bupati
  • FH – Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
  • MMM – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Tulungagung
  • SO – Kepala Dinas Pertanian Tulungagung
  • RP – Kepala Dinas Sosial Tulungagung
  • HTO – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tulungagung

Pemeriksaan terhadap para pejabat ini dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara serta menelusuri alur dugaan praktik yang terjadi di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam perkara ini, penyidik mendalami dugaan adanya permintaan setoran kepada sejumlah OPD dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Dari angka yang beredar, realisasi yang terkumpul disebut mencapai sebagian dari target yang ditetapkan.

Selain itu, terdapat pula dugaan pemotongan anggaran tambahan pada OPD dengan persentase signifikan. Jika terbukti, praktik semacam ini berpotensi mengganggu perencanaan program serta mengubah arah penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.

KPK masih terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti guna memastikan peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Kasus ini mencerminkan pentingnya pengelolaan anggaran yang disiplin dan sesuai mekanisme. Ketika terjadi tekanan di luar prosedur resmi, pelaksanaan program daerah berisiko tidak berjalan optimal.

Efektivitas kegiatan di tingkat OPD dapat terpengaruh, terutama jika alokasi anggaran tidak sepenuhnya digunakan sesuai perencanaan awal.

Perkembangan perkara ini menegaskan perlunya penguatan sistem pengawasan, baik internal maupun eksternal. Transparansi dan akuntabilitas menjadi faktor penting dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan daerah.

Keterlibatan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dalam proses pemeriksaan menunjukkan bahwa pengawasan lintas lembaga menjadi bagian penting dalam memastikan penggunaan anggaran tetap berada pada koridor yang benar.

KPK menegaskan bahwa seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk melengkapi kebutuhan penyidikan sebelum masuk ke tahap lanjutan.

Perkembangan kasus ini akan bergantung pada hasil pendalaman yang dilakukan penyidik dalam waktu ke depan.

(gun)

Berita Terkait

Bulan Dana PMI 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati dan Ketua PMI Tekankan Transparansi dan Aksi Nyata
Kasus Griyo Dalem Kanjengan Belum Tetapkan Tersangka, Masyarakat Menanti Ketegasan Kejari Tulungagung
KADIN Tulungagung Gaspol Dorong UMKM Naik Kelas, Bidik Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Korea
Bakesbangpol Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Antisipasi Hoaks hingga Potensi Konflik Sosial di Tulungagung
MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:01 WIB

Bulan Dana PMI 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati dan Ketua PMI Tekankan Transparansi dan Aksi Nyata

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:11 WIB

Kasus Griyo Dalem Kanjengan Belum Tetapkan Tersangka, Masyarakat Menanti Ketegasan Kejari Tulungagung

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:48 WIB

KADIN Tulungagung Gaspol Dorong UMKM Naik Kelas, Bidik Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Korea

Senin, 27 Juli 2026 - 17:08 WIB

Bakesbangpol Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Antisipasi Hoaks hingga Potensi Konflik Sosial di Tulungagung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:49 WIB

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Berita Terbaru