PDIP Tulungagung Rombak Struktur Hingga Akar, 1.200 Kader Turun, Target Politik Dipasang Ulang

- Pewarta

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG – Konsolidasi mesin politik mulai digerakkan lebih dalam oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di tingkat daerah. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tulungagung menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak di 19 kecamatan, Minggu (19/4/2026), sebagai bagian dari langkah penataan ulang struktur hingga level paling bawah.

Kegiatan yang dipusatkan di Crown Victoria Hotel Tulungagung itu dihadiri sekitar 1.200 kader. Forum ini menjadi titik akhir dari rangkaian panjang penjaringan pengurus di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) yang sebelumnya dilakukan secara berjenjang.

Ketua DPC PDIP Tulungagung, Erma Susanti, menyebut Musancab bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan momentum penataan kekuatan politik menghadapi dinamika ke depan.

“Ini bukan hanya penyusunan pengurus. Ini fondasi kerja politik ke depan. Dari sini kita memastikan struktur sampai tingkat bawah benar-benar siap bergerak,” ujarnya di sela kegiatan.

Struktur Disusun Ketat, Ada Target Khusus

Dalam forum tersebut, setiap PAC ditetapkan berisi 11 orang pengurus. Komposisi itu tidak disusun sembarangan. DPC menetapkan standar keterwakilan yang harus dipenuhi: minimal 30 persen perempuan dan 20 persen kader muda di bawah usia 35 tahun.

Langkah ini disebut sebagai upaya menggabungkan pengalaman lama dengan energi baru. Di sisi lain, partai juga mencoba membuka ruang lebih luas bagi generasi muda yang selama ini cenderung berada di luar struktur formal politik.

“Regenerasi tidak bisa ditunda. Kalau struktur hanya diisi wajah lama, organisasi akan stagnan,” kata Erma.

Mesin Politik Diperkuat dari Bawah

Musancab juga menjadi bagian dari strategi memperkuat basis dukungan di tingkat akar rumput. Setelah proses ini, pengurus PAC yang telah ditetapkan akan disahkan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) sebelum dilantik secara resmi.

Di balik konsolidasi ini, tersimpan pekerjaan rumah yang tidak ringan. Perolehan kursi legislatif PDIP Tulungagung mengalami penurunan pada periode terakhir. Dari sebelumnya 15 kursi, kini tersisa 12 kursi di DPRD.

Penurunan itu menjadi sinyal bahwa kerja politik tidak bisa lagi mengandalkan pola lama.

“Kami tidak menutup mata. Ada evaluasi yang harus dilakukan. Struktur ini disusun agar kerja politik lebih efektif,” ujarnya.

Rekrutmen Kader Muda Digenjot

Salah satu fokus utama dalam Musancab kali ini adalah memperluas basis kader muda. DPC mulai menggunakan pendekatan berbeda, tidak hanya melalui jalur struktural, tetapi juga lewat forum diskusi, pendidikan politik, hingga kolaborasi dengan mahasiswa.

Program seperti pelatihan kepemimpinan dan forum ideologis menjadi pintu masuk untuk menarik minat generasi baru.

“Anak muda sebenarnya punya minat. Tinggal bagaimana ruang itu dibuka dan diarahkan,” kata Erma.

Konsolidasi Panjang, Target Jangka Panjang

Pelaksanaan Musancab serentak ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang partai. Dengan struktur yang diperbarui, PDIP Tulungagung menargetkan peningkatan kinerja organisasi sekaligus perolehan suara pada kontestasi politik berikutnya.

Di tingkat internal, konsolidasi ini juga menjadi penanda bahwa partai mulai menggeser pola kerja dari sekadar administratif menjadi lebih terukur dan berbasis target.

Perubahan komposisi pengurus, penekanan pada regenerasi, serta penguatan struktur di tingkat bawah menjadi indikasi bahwa mesin politik tengah disetel ulang.

Langkah ini sekaligus menunjukkan satu hal: pertarungan politik ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh figur di atas, tetapi oleh seberapa kuat organisasi bekerja dari bawah.

(gun)

Berita Terkait

Bulan Dana PMI 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati dan Ketua PMI Tekankan Transparansi dan Aksi Nyata
Kasus Griyo Dalem Kanjengan Belum Tetapkan Tersangka, Masyarakat Menanti Ketegasan Kejari Tulungagung
KADIN Tulungagung Gaspol Dorong UMKM Naik Kelas, Bidik Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Korea
Bakesbangpol Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Antisipasi Hoaks hingga Potensi Konflik Sosial di Tulungagung
MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:01 WIB

Bulan Dana PMI 2026 Resmi Dibuka, Plt Bupati dan Ketua PMI Tekankan Transparansi dan Aksi Nyata

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:11 WIB

Kasus Griyo Dalem Kanjengan Belum Tetapkan Tersangka, Masyarakat Menanti Ketegasan Kejari Tulungagung

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:48 WIB

KADIN Tulungagung Gaspol Dorong UMKM Naik Kelas, Bidik Ekspor ke Malaysia, Singapura, dan Korea

Senin, 27 Juli 2026 - 17:08 WIB

Bakesbangpol Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Antisipasi Hoaks hingga Potensi Konflik Sosial di Tulungagung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:49 WIB

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Berita Terbaru