Protes Jalan Rusak, Warga Ngunut Tanam Pohon Pisang di Ruas Kabupaten

- Pewarta

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG – Kekecewaan warga Lingkungan 8, Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, memuncak. Puluhan pohon pisang ditanam di badan jalan kabupaten yang rusak parah sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan perbaikan.

Aksi itu dilakukan warga pada Minggu (15/2) tengah malam. Pohon-pohon pisang ditancapkan di sejumlah titik lubang yang menganga sepanjang lebih dari 200 meter. Sejumlah tulisan bernada kritik turut dipasang, di antaranya bertuliskan “Korban Janji” dan “Maaf perjalanan Anda terganggu, sedang ada perbaikan jalan.”

Kerusakan jalan tersebut disebut telah berlangsung lama. Lubang dengan diameter kecil hingga besar tersebar tidak merata dan semakin membahayakan saat hujan turun. Beberapa pengendara dilaporkan terjatuh akibat menghindari lubang atau kehilangan kendali.

“Sudah lama rusaknya. Pernah ditambal, tapi tidak bertahan. Sekarang kembali rusak dan lebih parah,” ujar Maryaumi, salah satu warga setempat.

Menurutnya, ruas jalan itu merupakan akses vital penghubung antarwilayah, termasuk menuju Kecamatan Sumbergempol, Boyolangu, dan Kalidawir. Aktivitas warga, distribusi barang, hingga mobilitas pelajar dan pekerja setiap hari melintasi jalur tersebut.

Warga menilai penanaman pohon pisang bukan sekadar aksi simbolik, melainkan bentuk peringatan agar pemerintah segera turun tangan sebelum korban kecelakaan kembali bertambah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Erwin Novianto, sebelumnya menyampaikan bahwa perbaikan jalan di wilayah Ngunut dan sejumlah titik lain direncanakan masuk program perawatan rutin mulai Maret 2026. Perbaikan akan difokuskan pada titik dengan tingkat kerusakan berat.

Beberapa ruas yang masuk rencana penanganan antara lain jalur Ngunut–Podorejo, Ngunut–Doroampel, dan Boyolangu–Sanggrahan.

Meski demikian, warga berharap realisasi tidak kembali tertunda. Bagi mereka, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan nadi aktivitas harian yang menyangkut keselamatan dan ekonomi masyarakat.

(gun/wek).

Berita Terkait

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik
Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW
FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26 WIB

FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Tampung 1000 Siswa Kurang Mampu

Berita Terbaru