Tulungagung – Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino mulai diantisipasi serius oleh Perum Bulog Cabang Tulungagung. Sejak awal tahun, penguatan cadangan pangan dilakukan dengan mempercepat penyerapan gabah petani saat musim panen.
Kepala Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyebutkan langkah ini menjadi strategi utama menghadapi potensi penurunan produksi akibat musim kemarau panjang.
“Penyerapan kita genjot sejak panen raya. Ini untuk memastikan stok tetap aman saat produksi mulai turun,” ujarnya.
Hingga saat ini, Bulog Tulungagung telah mengamankan sekitar 41 ribu ton gabah kering panen dari wilayah kerjanya. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ribu ton berasal dari Kabupaten Tulungagung, yang jika dikonversi setara dengan kurang lebih 10 ribu ton beras.
Capaian itu disebut sudah melampaui 30 persen dari target tahunan yang ditetapkan.
Langkah ini tidak lepas dari peringatan BMKG terkait potensi El Nino yang dapat memicu musim kemarau lebih panjang, suhu lebih panas, dan berisiko mengganggu produksi pertanian.
Bulog memastikan, dengan stok yang telah diamankan, ketersediaan beras di wilayah Tulungagung dan sekitarnya masih dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga dua tahun ke depan.
Selain penyerapan gabah, Bulog juga terus memperkuat distribusi dan menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat. Operasi pasar serta kerja sama dengan berbagai pihak disiapkan untuk mengantisipasi gejolak harga jika pasokan mulai menurun.
“Yang terpenting bukan hanya stok ada, tapi juga distribusinya lancar dan harga tetap terjangkau,” kata Yonas.
Di sisi lain, petani juga didorong untuk tetap menjaga produktivitas dengan pola tanam yang menyesuaikan kondisi cuaca. Pemerintah bersama Bulog berupaya memastikan hasil panen tetap terserap dengan harga yang layak.
Dengan langkah antisipasi ini, Bulog berharap dampak El Nino terhadap ketahanan pangan di daerah dapat ditekan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski cuaca ekstrem melanda.
(gun)







