Tradisi Manten Tebu Digelar, Tulungagung Siapkan 3.000 Hektare Lahan Baru Dukung Produksi Gula

- Pewarta

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Manten Tebu Digelar, Tulungagung Siapkan 3.000 Hektare Lahan Baru Dukung Produksi Gula

Tradisi Manten Tebu Digelar, Tulungagung Siapkan 3.000 Hektare Lahan Baru Dukung Produksi Gula

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Tradisi manten tebu kembali digelar di Pabrik Gula (PG) Mojopangung Tulungagung, Sabtu (10/5/2026), menandai dimulainya musim giling tahun ini sekaligus menjadi momentum penguatan sektor pergulaan di wilayah selatan Jawa Timur.

Ritual tahunan tersebut tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya industri gula, tetapi juga menjadi simbol dimulainya target produksi tebu dan gula nasional yang lebih tinggi.

Prosesi manten tebu diawali dengan arak-arakan sepasang boneka pengantin yang melambangkan “pengantin tebu”, diiringi batang tebu menuju area penggilingan.

Setelah rangkaian doa dan seremoni adat selesai, batang tebu kemudian dimasukkan secara simbolis ke mesin penggiling sebagai tanda dimulainya operasional musim giling 2026.

General Manager PG Mojopangung, Sugiyanto, mengatakan tradisi manten tebu memiliki makna filosofis yang erat dengan hubungan antara petani dan industri pengolahan gula.

Menurutnya, keberhasilan musim giling tidak hanya bergantung pada kapasitas pabrik, tetapi juga kualitas kemitraan dengan petani sebagai pemasok utama bahan baku.

“Makna manten tebu adalah menyatukan petani dan pabrik gula agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada musim giling tahun ini, PG Mojopangung menargetkan penggilingan tebu mencapai 446.123 ton.

Dari jumlah tersebut, produksi gula ditargetkan menembus 33.705 ton.

Target tersebut menunjukkan optimisme industri gula daerah di tengah kebutuhan nasional yang terus meningkat.

Pasokan tebu untuk PG Mojopangung berasal dari lima wilayah, yakni Tulungagung, Trenggalek, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kediri, hingga Malang.

Luas cakupan pasokan ini memperlihatkan posisi PG Mojopangung sebagai salah satu titik penting rantai produksi gula di kawasan selatan Jawa Timur.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyatakan pemerintah daerah akan memperkuat dukungan terhadap sektor tebu melalui perluasan area tanam.

Pemkab Tulungagung menargetkan pembukaan lahan tebu baru seluas 3.000 hektare.

Langkah tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi bahan baku sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional di sektor gula.

“Kami siap bersinergi dengan pabrik gula dan petani untuk meningkatkan produksi tebu daerah,” kata Baharudin.

Menurutnya, pengembangan sektor tebu bukan hanya berkaitan dengan target produksi nasional, tetapi juga berdampak langsung terhadap ekonomi petani dan perputaran usaha lokal.

Musim giling PG Mojopangung sendiri diperkirakan berlangsung selama 161 hari.

Dalam periode tersebut, aktivitas industri diprediksi akan meningkatkan mobilitas ekonomi di sekitar kawasan pabrik, mulai dari tenaga kerja musiman, transportasi tebu, hingga aktivitas perdagangan penunjang.

Di tengah tantangan ketahanan pangan dan kebutuhan stabilitas pasokan gula, momentum musim giling menjadi bagian penting dalam menjaga produksi domestik.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan industri dinilai menjadi faktor utama agar target produksi tidak berhenti pada seremoni pembukaan semata.

Tradisi manten tebu pun kembali menunjukkan wajah ganda industri gula Indonesia: menjaga akar budaya sekaligus mengejar target ekonomi modern.

(gun)

Berita Terkait

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik
Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW
FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26 WIB

FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Tampung 1000 Siswa Kurang Mampu

Berita Terbaru