Guntur Wahono Ambil Alih DPC PDIP Blitar, Targetkan Rebut 22 Kursi DPRD di 2029

- Pewarta

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Peta kekuatan PDI Perjuangan di Kabupaten Blitar memasuki fase baru. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, S.E., resmi dipercaya memimpin DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar periode 2025–2030 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Hotel Shangri-La, Surabaya, Sabtu (20/12/2025).

Penunjukan Guntur bukan sekadar pergantian kepemimpinan rutin. Ia datang membawa misi konsolidasi besar-besaran, menyusul merosotnya perolehan kursi PDIP di DPRD Kabupaten Blitar pada Pemilu sebelumnya dari 19 kursi menjadi 16 kursi.

Struktur kepengurusan baru juga menempatkan Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi (Kuwat) sebagai Sekretaris DPC, serta Bashori sebagai Bendahara. Kombinasi ini memperlihatkan pola penguatan poros legislatif dalam tubuh partai banteng di daerah.

Penugasan DPP, Bukan Ambisi Pribadi

Guntur menegaskan, posisinya sebagai Ketua DPC merupakan mandat langsung partai dalam rangka mengembalikan kekuatan ideologis dan elektoral PDIP di Blitar.

“Ini bukan soal jabatan, tapi penugasan. Kami diminta menata ulang organisasi agar lebih solid dan benar-benar bekerja untuk rakyat,” kata Guntur, Minggu (21/12/2025).

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi total hingga akar rumput, mulai dari musyawarah anak cabang (musancap), ranting, hingga anak ranting. Targetnya, seluruh struktur rampung pada awal 2026.

Target Naik Kelas: 22 Kursi DPRD

Guntur tak menutup mata terhadap penurunan kursi PDIP di Blitar yang menjadi alarm keras bagi DPP dan DPD Jawa Timur. Karena itu, ia memasang target ambisius untuk Pemilu 2029.

“Target ideal kami satu kecamatan satu kursi. Dari 16 kursi, kami ingin naik menjadi 22 kursi,” tegasnya.

Target ini menandai upaya kebangkitan PDIP Blitar, sekaligus ujian bagi kepemimpinan Guntur dalam mengembalikan dominasi partai di basis historisnya.

Buka Pintu untuk Non-Kader

Menariknya, kepengurusan baru PDIP Blitar tidak sepenuhnya diisi wajah internal partai. Guntur secara terbuka melibatkan tokoh pertanian, pelaku usaha, komunitas budaya, hingga representasi Blitar Selatan.

Langkah ini dibaca sebagai strategi memperluas basis politik PDIP agar tidak terjebak pada elite partai semata.

“Kami tidak anti kritik. Justru kritik dari petani, pemuda, mahasiswa, ulama, hingga media adalah cermin untuk berbenah,” ujarnya.

Budaya Jadi Senjata Politik

Sebagai figur yang dikenal dekat dengan masyarakat bawah, Guntur juga menempatkan pelestarian budaya lokal Blitar sebagai bagian dari strategi politik PDIP ke depan.

“Budaya adalah identitas. Kalau budaya hilang, maka arah perjuangan juga kabur,” katanya.

Ia menilai pendekatan kebudayaan menjadi penting untuk menguatkan kembali ikatan emosional antara partai dan rakyat.

Perkuat Tiga Pilar dan Turun ke Bawah

Selain pembenahan struktur, Guntur menegaskan pentingnya komunikasi tiga pilar partai struktur, eksekutif, dan legislatif agar sejalan. Ia juga menekankan kewajiban kader untuk rutin turun ke masyarakat.

“Kalau kader tidak hadir di tengah rakyat, jangan heran kalau kepercayaan turun,” tandasnya.

Pilkada Masih Terbuka

Menatap Pilkada mendatang, Guntur menyatakan PDIP tetap membuka peluang bagi figur internal maupun eksternal, selama melalui mekanisme resmi dan mendapatkan rekomendasi DPP.

Arah Baru PDIP Jatim

Sebagai catatan, Konfercab ini berlangsung tak lama setelah Said Abdullah kembali terpilih sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Timur periode 2025–2030, dengan Deni Wicaksono sebagai Sekretaris dan Wara Sundari Renny Pramana tetap sebagai Bendahara.

Kepemimpinan baru di Blitar pun dinilai akan menjadi bagian penting dari strategi besar PDIP Jatim menuju Pemilu 2029.

(GN/bd).

Berita Terkait

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya
MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:07 WIB

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:25 WIB

Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Berita Terbaru