TRENGGALEK, Lumineerdaily.com – Suasana Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek berlangsung meriah. Sepanjang jalur kirab pusaka hingga kawasan Pendopo Manggala Praja Nugraha dipenuhi warga yang ingin melihat langsung rangkaian prosesi tahunan tersebut.
Anak-anak sekolah, anak muda hingga warga dewasa berdiri di sepanjang rute. Sebagian datang sejak pagi untuk mendapatkan tempat yang bisa digunakan menyaksikan rombongan kirab.
Perhatian warga semakin ramai ketika Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama rombongan membagikan udik-udik. Warga berusaha mendapatkan kantong yang dilemparkan dari rombongan kirab.
Tahun ini jumlah udik-udik yang disiapkan mencapai 11.000 kantong. Jumlah tersebut tidak sekadar ditentukan berdasarkan banyaknya warga yang hadir. Ada pesan yang ingin disampaikan Mas Ipin melalui angka tersebut.
Dalam bahasa Jawa, angka 11 disebut sewelas, yang dimaknai sebagai simbol kawelasan atau kasih sayang. Sementara jumlah yang mencapai ribuan menjadi bagian dari doa agar keberkahan dan kebaikan diberikan kepada masyarakat Trenggalek.
Namun bagi Mas Ipin, kemeriahan Hari Jadi bukan tujuan akhir.
Ketika ditanya mengenai antusiasme warga yang memadati prosesi, ia justru mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah masih banyak yang harus dikerjakan sehingga masyarakat bisa merasakan suka cita bukan karena hanya hari jadi. Tetapi hari harinya semakin lebih baik,” kata Mas Ipin.
Pernyataan tersebut memperlihatkan cara Mas Ipin melihat peringatan Hari Jadi. Perayaan tetap menjadi bagian dari tradisi masyarakat, tetapi ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya ramainya acara tahunan.
Yang lebih penting adalah bagaimana kehidupan masyarakat setelah rangkaian perayaan selesai.
Harapan itu mencakup pekerjaan pemerintah dalam berbagai bidang yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Infrastruktur, pelayanan publik, perekonomian, pendidikan hingga kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi pekerjaan yang harus berjalan.
Karena itu, kemeriahan yang terlihat di sepanjang jalur kirab juga menjadi pengingat bahwa masyarakat memiliki harapan yang lebih besar terhadap daerahnya.
Hari Jadi ke-832 memberikan ruang bagi warga untuk berkumpul dan menikmati tradisi. Setelah itu, pemerintah kembali dihadapkan pada pekerjaan sehari-hari yang tidak bisa ditinggalkan.
Bagi Mas Ipin, kegembiraan masyarakat idealnya tidak hanya muncul ketika kalender memasuki Hari Jadi Trenggalek.
Kesenangan itu diharapkan bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, ketika pelayanan semakin mudah, ekonomi warga bergerak dan berbagai persoalan daerah satu per satu dapat diselesaikan.
Dengan begitu, perayaan Hari Jadi bukan sekadar acara yang datang setahun sekali, melainkan bagian dari perjalanan panjang Trenggalek menuju kondisi yang lebih baik.
(guN)













