Tulungagung, Jatim – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mencatat peningkatan signifikan pada luas panen tanaman padi tahun 2025. Data Dinas Pertanian Tulungagung menunjukkan, periode tanam April–September 2025 mencapai 29.226 hektare, lebih tinggi dibandingkan Oktober 2024–Maret 2025 yang hanya 8.215 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, menyebut pergeseran musim dan perubahan pola curah hujan menjadi faktor utama pergeseran masa tanam. “Perubahan cuaca membuat petani menyesuaikan waktu tanam, sehingga panen lebih banyak terjadi pada periode April–September,” ujarnya, Minggu (5/1).
Peningkatan luas panen ini juga mendorong target produksi padi yang lebih tinggi. Sepanjang 2025, total produksi padi di Tulungagung tercatat mencapai 298.377 ton gabah, setara dengan 186.150 ton beras. Angka ini mencatat surplus sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Tulungagung hingga 10 bulan ke depan.
Sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait ketahanan pangan, Dinas Pertanian Tulungagung juga mendorong perluasan area tanam. Saat ini, pihaknya telah mengusulkan perluasan lahan basah seluas 167 hektare kepada Kementerian Pertanian. Lahan ini selama ini hanya mampu ditanami padi satu kali dalam setahun (Indeks Pertanaman/IP 100), namun diharapkan dengan perluasan ini IP dapat meningkat menjadi IP 200–300 sehingga petani dapat menanam padi dua hingga tiga kali setahun.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Tulungagung untuk meningkatkan ketahanan pangan, memperkuat produksi beras lokal, serta mendukung stabilitas ekonomi petani.
(gn).







