Rp54,5 Miliar untuk THR ASN Tulungagung, Angka Besar di Tengah Tekanan Kebutuhan Warga

- Pewarta

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan Rp54,5 miliar untuk membayar gaji ke-14 atau THR Idul Fitri 2026 bagi aparatur sipil negara. Uang itu akan diterima 15.659 pegawai, mulai dari PNS, PPPK, hingga PPPK paruh waktu.

Jumlahnya besar. Lebih dari lima puluh miliar rupiah keluar dari kas daerah dalam satu waktu. Memang, pembayaran THR ini sudah menjadi aturan dari pemerintah pusat dan wajib dilaksanakan daerah. Kepala BPKAD Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, memastikan anggaran tersebut sudah masuk dalam APBD 2026.

Bagi para pegawai, THR tentu sangat membantu untuk kebutuhan Lebaran. Namun di sisi lain, angka Rp54,5 miliar juga terasa kontras ketika melihat masih banyak kebutuhan lain di lapangan. Jalan rusak di beberapa titik belum sepenuhnya tertangani, fasilitas umum masih perlu perbaikan, dan pelayanan publik terus dituntut lebih baik.

Belanja pegawai setiap tahun memang menyerap porsi besar dari anggaran daerah. Sebelum program pembangunan dijalankan, sebagian dana sudah terkunci untuk gaji dan tunjangan. Kondisi ini membuat ruang gerak anggaran menjadi terbatas.

Ketika THR cair, pasar dan toko-toko biasanya ikut ramai. Perputaran uang meningkat menjelang hari raya. Tetapi suasana itu biasanya hanya bertahan beberapa minggu.

Rp54,5 miliar adalah angka nyata dalam dokumen anggaran. Ia menunjukkan kewajiban pemerintah kepada aparatur dipenuhi. Di saat yang sama, angka itu juga mengingatkan bahwa setiap rupiah dari APBD selalu bersaing dengan kebutuhan lain yang tidak kalah mendesak bagi warga Tulungagung.

(gun) .

Berita Terkait

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun
Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah
Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat
Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:20 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:33 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:09 WIB

Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:11 WIB

Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:53 WIB

Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat

Senin, 11 Mei 2026 - 02:14 WIB

Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 00:11 WIB

Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB