Usulan CASN 2026 Tulungagung Dikebut, Tenaga Kesehatan Diproyeksi Dominan

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai mematangkan langkah dalam penyusunan kebutuhan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026. Proses pemetaan jabatan tengah dilebur seiring batas waktu pengajuan usulan ke pemerintah pusat yang semakin dekat.

Kepala BKPSDM Tulungagung, Soeroto, mengatakan bahwa seluruh perangkat daerah saat ini masih melakukan penghitungan kebutuhan riil berdasarkan kondisi lapangan.

“Prosesnya masih berjalan. Kami menyesuaikan kebutuhan tiap sektor sebelum diajukan ke pusat,” ujarnya, Jumat (28/3/2026).

Menurutnya, pemetaan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian PANRB yang meminta daerah menyusun formasi berbasis kebutuhan layanan publik. Hasilnya dijadwalkan harus sudah disampaikan paling lambat akhir Maret 2026.

Meski jumlah formasi belum dipastikan, sektor kesehatan disebut menjadi salah satu prioritas utama. Kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan tenaga medis, terutama di fasilitas layanan tingkat pertama.

Sejumlah Puskesmas di Tulungagung diketahui masih mengandalkan satu dokter dalam operasional sehari-hari. Situasi ini dinilai berisiko terhadap kesinambungan pelayanan apabila tenaga tersebut berhalangan.

“Kebutuhan layanan dasar menjadi perhatian. Karena itu, tenaga kesehatan berpeluang besar mendominasi usulan,” kata Soeroto.

Selain dokter, kebutuhan juga diperkirakan mencakup tenaga perawat, bidan, hingga tenaga penunjang lainnya yang selama ini masih terbatas di beberapa wilayah.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga membuka peluang bagi pegawai dengan status PPPK paruh waktu untuk mengikuti seleksi CASN tahun depan. Skema ini diberikan dengan sejumlah persyaratan, termasuk masa kerja minimal dan persetujuan pimpinan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya penataan sumber daya manusia aparatur, sekaligus memberikan ruang bagi tenaga yang sudah mengabdi untuk memperoleh status yang lebih pasti.

Meski demikian, proses seleksi tetap akan mengacu pada mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat. Peserta yang tidak lolos seleksi akan tetap dapat kembali pada posisi sebelumnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, pemerintah daerah dituntut cermat dalam menyusun formasi agar sesuai kebutuhan nyata di lapangan. Penentuan yang tepat dinilai krusial untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal, terutama pada sektor-sektor dasar seperti kesehatan.

(gun).

Berita Terkait

Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi Respons di Wilayah Terdampak
Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2026 di Tulungagung, 142.579 Penerima Dapat 20 Kg Beras
Tulungagung Siap Jadi Panggung MTQ Jatim 2027, Anggaran Belasan Miliar Disiapkan
Operasi Senyap Jelang Kupatan, Polisi Sita Belasan Balon Udara Liar di Tulungagung
Evaluasi Ketat Program MBG di Tulungagung: 8 SPPG Dihentikan Sementara dari 116 Dapur, Standar Keamanan Jadi Sorotan
BRIDA Tulungagung Buka Layanan HAK Kekayaan Intelektual Gratis, Lindungi Karya Warga dari Klaim Pihak Lain
Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata
Program MBG di Tulungagung Tak Wajib, Sekolah Punya Hak Menentukan Pilihan

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:58 WIB

Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi Respons di Wilayah Terdampak

Senin, 30 Maret 2026 - 08:15 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2026 di Tulungagung, 142.579 Penerima Dapat 20 Kg Beras

Senin, 30 Maret 2026 - 08:01 WIB

Tulungagung Siap Jadi Panggung MTQ Jatim 2027, Anggaran Belasan Miliar Disiapkan

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:29 WIB

Operasi Senyap Jelang Kupatan, Polisi Sita Belasan Balon Udara Liar di Tulungagung

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:21 WIB

Usulan CASN 2026 Tulungagung Dikebut, Tenaga Kesehatan Diproyeksi Dominan

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:14 WIB

Evaluasi Ketat Program MBG di Tulungagung: 8 SPPG Dihentikan Sementara dari 116 Dapur, Standar Keamanan Jadi Sorotan

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:58 WIB

BRIDA Tulungagung Buka Layanan HAK Kekayaan Intelektual Gratis, Lindungi Karya Warga dari Klaim Pihak Lain

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:48 WIB

Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata

Berita Terbaru