Sinyal Politik Menguat di Jatim, PDIP dan NU Disebut Makin Menyatu Jelang Tahun Politik

- Pewarta

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya

Arah peta politik di Jawa Timur kembali menghangat. Hubungan antara kalangan Nahdlatul Ulama dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan disebut kian solid, memperlihatkan konsolidasi kekuatan sosial yang berpotensi memengaruhi dinamika politik ke depan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa relasi antara kelompok santri dan nasionalis di wilayah ini tidak lagi terkotak-kotak seperti pada masa lalu. Ia menyebut, realitas sosial saat ini menunjukkan keduanya justru saling menguatkan di tingkat akar rumput.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki karakter unik yang tidak bisa dilepaskan dari peran Nahdlatul Ulama sebagai basis keagamaan terbesar, yang dalam praktiknya berjalan beriringan dengan kekuatan politik nasionalis.

“Di bawah, di desa-desa, pola itu sudah lama menyatu. Tidak lagi ada sekat tajam antara santri dan nasionalis,” ujarnya dalam agenda konsolidasi internal di Surabaya, Minggu.

Fenomena ini, lanjut dia, bukan sekadar narasi politik, melainkan terbentuk dari pengalaman sosial masyarakat yang memiliki kesamaan tantangan—mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga akses kerja. Kondisi tersebut menciptakan irisan kepentingan yang memperkuat kedekatan kedua kelompok.

Dalam sejumlah momentum politik terakhir, kecenderungan dukungan lintas basis juga mulai terlihat. Basis pemilih dari lingkungan NU disebut tidak lagi sepenuhnya terikat secara kultural, melainkan semakin rasional dalam menentukan pilihan politik.

Selain itu, nilai-nilai keagamaan moderat yang berkembang di tubuh NU dinilai sejalan dengan semangat kebangsaan yang diusung PDIP. Prinsip keseimbangan, toleransi, dan pendekatan inklusif menjadi titik temu yang memperkuat hubungan keduanya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Said juga menyoroti meningkatnya risiko disinformasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia menilai, penguatan budaya klarifikasi dan komunikasi langsung menjadi penting untuk menjaga stabilitas sosial.

“Situasi sekarang menuntut masyarakat lebih cermat. Informasi yang beredar tidak semuanya bisa dipercaya begitu saja,” katanya.

Momentum pertemuan yang berlangsung dalam suasana kebersamaan itu juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi menjelang agenda politik mendatang. Sejumlah kader partai, kepala daerah, serta perwakilan legislatif dari berbagai tingkatan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pengamat politik menilai, penguatan hubungan antara NU dan PDIP di Jawa Timur bukan hanya berdampak regional, tetapi juga bisa berimbas pada konfigurasi politik nasional. Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu barometer penting dalam setiap kontestasi politik di Indonesia.

Dengan basis massa besar dan jaringan yang mengakar hingga tingkat desa, kolaborasi dua kekuatan ini berpotensi menjadi faktor penentu dalam pertarungan politik ke depan.

(Udi)

Berita Terkait

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya
Kepala BGN Tegaskan Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar Akan Dihentikan
MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:07 WIB

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:08 WIB

Kepala BGN Tegaskan Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar Akan Dihentikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:25 WIB

Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Berita Terbaru