Tulungagung, Lumineerdaily – Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UINSA) Tulungagung meluncurkan gerakan “Tulungagung Sehat Mental” sebagai langkah strategis memperkuat kesadaran publik dan layanan kesehatan jiwa di daerah.
Deklarasi yang digelar pada Selasa itu menjadi momentum awal sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan dunia akademik untuk menekan tingginya kasus gangguan kesehatan mental yang kini menjadi persoalan global.
Merespons Fakta Global WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 970 juta orang di dunia mengalami gangguan jiwa. Situasi ini memburuk setelah pandemi COVID-19, dengan peningkatan tajam pada kasus kecemasan dan depresi. Fenomena ini menegaskan pentingnya sistem dukungan kesehatan mental yang mudah diakses masyarakat.
Konteks global tersebut menjadi latar kuat bagi Kabupaten Tulungagung untuk mengambil langkah konkret. Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menegaskan bahwa kesehatan mental adalah isu yang tidak bisa lagi diabaikan.
“Banyak masyarakat kita menghadapi tekanan hidup yang berat. Tak jarang berujung pada stres dan depresi. Karena itu, gerakan ini hadir sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kolaborasi Akademik dan Pemerintah
UINSA Tulungagung akan menjadi motor akademik dalam program ini dengan melibatkan para ahli dari jurusan Psikologi dan Bimbingan Konseling. Salah satu fokus awal adalah pengembangan aplikasi pemeriksaan kesehatan mental gratis yang dapat diakses seluruh warga.
Rektor UINSA Tulungagung, Abd. Aziz, menilai platform digital ini akan menjadi inovasi penting bagi generasi muda yang lebih nyaman berkonsultasi secara daring.
“Kami ingin masyarakat dapat mengenali gejala gangguan mental sejak dini melalui layanan online yang sederhana, cepat, dan gratis,” terangnya.
Selain pemeriksaan daring, UINSA juga menyiapkan layanan pendampingan luring bagi warga yang membutuhkan interaksi langsung dengan tenaga ahli.
Perda Kesehatan Jiwa Jadi Target
Pemkab dan DPRD Tulungagung berkomitmen memperkuat gerakan ini lewat dukungan kebijakan daerah. DPRD tengah mengkaji peluang penyusunan Peraturan Daerah tentang Kesehatan Jiwa yang akan menjadi payung hukum bagi program dan layanan di masa mendatang.
Ketua DPRD Tulungagung menyebut, perda tersebut akan memastikan keberlanjutan program lintas sektor.
“Kesehatan mental adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan masyarakat. Kita ingin setiap warga mendapat akses yang setara terhadap layanan dan edukasi,” ujarnya.
Langkah Nyata Menuju Kabupaten Sehat Mental
Gerakan “Tulungagung Sehat Mental” diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam membangun sistem dukungan psikologis masyarakat. Tidak hanya menyentuh aspek medis, program ini juga akan memadukan pendekatan sosial, pendidikan, dan spiritual agar penanganan lebih menyeluruh.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat, Tulungagung menegaskan komitmennya: menjadikan kesehatan mental sebagai bagian penting dari pembangunan manusia seutuhnya.







