Pemkab dan DPRD Tulungagung Deklarasikan Gerakan “Tulungagung Sehat Mental” untuk Tangani Krisis Kesehatan Jiwa

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, Lumineerdaily – Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UINSA) Tulungagung meluncurkan gerakan “Tulungagung Sehat Mental” sebagai langkah strategis memperkuat kesadaran publik dan layanan kesehatan jiwa di daerah.

Deklarasi yang digelar pada Selasa itu menjadi momentum awal sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan dunia akademik untuk menekan tingginya kasus gangguan kesehatan mental yang kini menjadi persoalan global.

Merespons Fakta Global WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 970 juta orang di dunia mengalami gangguan jiwa. Situasi ini memburuk setelah pandemi COVID-19, dengan peningkatan tajam pada kasus kecemasan dan depresi. Fenomena ini menegaskan pentingnya sistem dukungan kesehatan mental yang mudah diakses masyarakat.

Konteks global tersebut menjadi latar kuat bagi Kabupaten Tulungagung untuk mengambil langkah konkret. Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menegaskan bahwa kesehatan mental adalah isu yang tidak bisa lagi diabaikan.

“Banyak masyarakat kita menghadapi tekanan hidup yang berat. Tak jarang berujung pada stres dan depresi. Karena itu, gerakan ini hadir sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Kolaborasi Akademik dan Pemerintah

UINSA Tulungagung akan menjadi motor akademik dalam program ini dengan melibatkan para ahli dari jurusan Psikologi dan Bimbingan Konseling. Salah satu fokus awal adalah pengembangan aplikasi pemeriksaan kesehatan mental gratis yang dapat diakses seluruh warga.

Rektor UINSA Tulungagung, Abd. Aziz, menilai platform digital ini akan menjadi inovasi penting bagi generasi muda yang lebih nyaman berkonsultasi secara daring.

“Kami ingin masyarakat dapat mengenali gejala gangguan mental sejak dini melalui layanan online yang sederhana, cepat, dan gratis,” terangnya.

Selain pemeriksaan daring, UINSA juga menyiapkan layanan pendampingan luring bagi warga yang membutuhkan interaksi langsung dengan tenaga ahli.

Perda Kesehatan Jiwa Jadi Target

Pemkab dan DPRD Tulungagung berkomitmen memperkuat gerakan ini lewat dukungan kebijakan daerah. DPRD tengah mengkaji peluang penyusunan Peraturan Daerah tentang Kesehatan Jiwa yang akan menjadi payung hukum bagi program dan layanan di masa mendatang.

Ketua DPRD Tulungagung menyebut, perda tersebut akan memastikan keberlanjutan program lintas sektor.

“Kesehatan mental adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan masyarakat. Kita ingin setiap warga mendapat akses yang setara terhadap layanan dan edukasi,” ujarnya.

Langkah Nyata Menuju Kabupaten Sehat Mental

Gerakan “Tulungagung Sehat Mental” diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam membangun sistem dukungan psikologis masyarakat. Tidak hanya menyentuh aspek medis, program ini juga akan memadukan pendekatan sosial, pendidikan, dan spiritual agar penanganan lebih menyeluruh.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat, Tulungagung menegaskan komitmennya: menjadikan kesehatan mental sebagai bagian penting dari pembangunan manusia seutuhnya.

Berita Terkait

Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Tulungagung Lakukan Imunisasi Respons di Wilayah Terdampak
Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2026 di Tulungagung, 142.579 Penerima Dapat 20 Kg Beras
Tulungagung Siap Jadi Panggung MTQ Jatim 2027, Anggaran Belasan Miliar Disiapkan
Operasi Senyap Jelang Kupatan, Polisi Sita Belasan Balon Udara Liar di Tulungagung
Usulan CASN 2026 Tulungagung Dikebut, Tenaga Kesehatan Diproyeksi Dominan
Evaluasi Ketat Program MBG di Tulungagung: 8 SPPG Dihentikan Sementara dari 116 Dapur, Standar Keamanan Jadi Sorotan
BRIDA Tulungagung Buka Layanan HAK Kekayaan Intelektual Gratis, Lindungi Karya Warga dari Klaim Pihak Lain
Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 08:15 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan 2026 di Tulungagung, 142.579 Penerima Dapat 20 Kg Beras

Senin, 30 Maret 2026 - 08:01 WIB

Tulungagung Siap Jadi Panggung MTQ Jatim 2027, Anggaran Belasan Miliar Disiapkan

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:29 WIB

Operasi Senyap Jelang Kupatan, Polisi Sita Belasan Balon Udara Liar di Tulungagung

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:21 WIB

Usulan CASN 2026 Tulungagung Dikebut, Tenaga Kesehatan Diproyeksi Dominan

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:14 WIB

Evaluasi Ketat Program MBG di Tulungagung: 8 SPPG Dihentikan Sementara dari 116 Dapur, Standar Keamanan Jadi Sorotan

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:58 WIB

BRIDA Tulungagung Buka Layanan HAK Kekayaan Intelektual Gratis, Lindungi Karya Warga dari Klaim Pihak Lain

Minggu, 29 Maret 2026 - 04:48 WIB

Kasus Campak Muncul di Tulungagung, Dinkes Pastikan Belum KLB: 44 Suspek Terdata

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:18 WIB

Program MBG di Tulungagung Tak Wajib, Sekolah Punya Hak Menentukan Pilihan

Berita Terbaru