Hiu Paus Indonesia Ternyata Bermigrasi Lintas 13 Negara, Konservasi Tak Bisa Lagi Fokus Satu Lokasi

- Pewarta

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hiu paus (Rhincodon typus) yang bermigrasi lintas negara di kawasan Indo-Pasifik. (Foto: Unsplash).

Ilustrasi hiu paus (Rhincodon typus) yang bermigrasi lintas negara di kawasan Indo-Pasifik. (Foto: Unsplash).

Kedua wilayah itu disebut sebagai habitat kunci yang memiliki peran besar dalam siklus hidup hiu paus dan sulit tergantikan oleh lokasi lain.

Namun tantangan konservasi muncul karena sebagian besar jalur migrasi hiu paus justru berada di luar kawasan perlindungan. Satwa ini bergerak melintasi Australia, Christmas Island, Timor-Leste, Guam, Indonesia, Papua Nugini, Philippines, Palau, Nauru, Mikronesia, Kepulauan Marshall, Kepulauan Solomon, hingga kawasan laut lepas di luar yurisdiksi nasional.

Kondisi tersebut membuat perlindungan hiu paus tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dalam negeri. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong kerja sama konservasi regional di kawasan Indo-Pasifik.

Guru Besar Oseanografi dari Universitas Diponegoro, Anindya Wirasatriya, menjelaskan hiu paus memanfaatkan dinamika laut seperti jaringan transportasi alami.

“Arus laut dan produktivitas perairan mengarahkan pergerakan mereka, sementara area tertentu menjadi tempat singgah untuk mencari makan. Ini menunjukkan perlindungan harus mencakup sistem laut yang saling terhubung,” katanya.

Temuan ini juga membuka peluang mitigasi risiko yang lebih tepat. Informasi jalur migrasi dapat dimanfaatkan untuk mengurangi tangkapan sampingan, mengatur jalur kapal guna menekan risiko tabrakan, hingga merancang wisata bahari yang lebih ramah ekosistem.

Dengan temuan baru ini, konservasi hiu paus di Indonesia tidak lagi hanya bicara menjaga satu titik kemunculan satwa, tetapi juga bagaimana melindungi jalur hidupnya di lautan yang saling terhubung lintas negara.

(Yon/mile)

Berita Terkait

Kasus Suntik LPG Subsidi di Klaten Terbongkar, Negara Terhindar dari Kerugian Rp6,7 Miliar
Peringkat Kampus Asia 2026 Dirilis, Ini 10 Terbaik dari Indonesia
Kasus Pembunuhan Perempuan di Bangkalan Terungkap, Pelaku Ternyata Orang Terdekat
Inovasi Pangan Tanpa Api untuk Haji 2026, BRIN Dorong Efisiensi Layanan di Lokasi Padat Jamaah
KPK Bongkar Celah Program Makan Bergizi Gratis, Delapan Titik Rawan Terungkap
Kebakaran Subuh Hanguskan Usaha Mebel di Desa Nglutung, Kerugian Capai Rp70 Juta
Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam
Cekcok Antar Kru PO di Kediri Viral di Medsos, Picu Kemacetan dan Pro-Kontra Netizen
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:51 WIB

Kasus Suntik LPG Subsidi di Klaten Terbongkar, Negara Terhindar dari Kerugian Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:55 WIB

Hiu Paus Indonesia Ternyata Bermigrasi Lintas 13 Negara, Konservasi Tak Bisa Lagi Fokus Satu Lokasi

Minggu, 26 April 2026 - 20:06 WIB

Peringkat Kampus Asia 2026 Dirilis, Ini 10 Terbaik dari Indonesia

Sabtu, 25 April 2026 - 02:37 WIB

Kasus Pembunuhan Perempuan di Bangkalan Terungkap, Pelaku Ternyata Orang Terdekat

Kamis, 23 April 2026 - 22:37 WIB

Inovasi Pangan Tanpa Api untuk Haji 2026, BRIN Dorong Efisiensi Layanan di Lokasi Padat Jamaah

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

KPK Bongkar Celah Program Makan Bergizi Gratis, Delapan Titik Rawan Terungkap

Selasa, 7 April 2026 - 09:19 WIB

Kebakaran Subuh Hanguskan Usaha Mebel di Desa Nglutung, Kerugian Capai Rp70 Juta

Senin, 30 Maret 2026 - 00:49 WIB

Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB