Hiu Paus Indonesia Ternyata Bermigrasi Lintas 13 Negara, Konservasi Tak Bisa Lagi Fokus Satu Lokasi

- Pewarta

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hiu paus (Rhincodon typus) yang bermigrasi lintas negara di kawasan Indo-Pasifik. (Foto: Unsplash).

Ilustrasi hiu paus (Rhincodon typus) yang bermigrasi lintas negara di kawasan Indo-Pasifik. (Foto: Unsplash).

Pergerakan hiu paus dari perairan Indonesia ternyata jauh lebih luas dari perkiraan. Penelitian terbaru menemukan satwa laut terbesar di dunia itu bermigrasi melintasi sedikitnya 13 negara dan wilayah laut lepas, sehingga upaya perlindungannya dinilai tak cukup hanya berfokus pada satu kawasan.

JAKARTA, lumineerdaily.com – Studi terbaru dari tim peneliti Indonesia mengungkap pola migrasi hiu paus yang jauh lebih luas dari perkiraan sebelumnya. Satwa laut terbesar di dunia itu tercatat melintasi sedikitnya 13 negara serta wilayah laut lepas, sehingga perlindungannya dinilai tidak lagi cukup dilakukan hanya di satu kawasan konservasi.

Riset tersebut dilakukan oleh tim lintas lembaga yang terdiri dari Konservasi Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Elasmobranch Institute Indonesia, serta Conservation International.

Penelitian menganalisis data pelacakan satelit selama 2015 hingga 2025 terhadap 70 individu hiu paus atau Whale shark (Rhincodon typus). Pemantauan dilakukan di empat lokasi agregasi utama di Indonesia, yakni Teluk Cenderawasih di Papua Tengah, Kaimana di Papua Barat, Teluk Saleh di Nusa Tenggara Barat, dan Teluk Tomini di Gorontalo.

Hasilnya menunjukkan hiu paus tidak menetap di satu wilayah. Mereka berpindah dari kawasan pesisir menuju laut lepas mengikuti ketersediaan makanan, arus laut, hingga perubahan kondisi lingkungan.

Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Iqbal Herwata, mengatakan temuan ini mengubah pendekatan konservasi yang selama ini cenderung berbasis lokasi.

“Sekarang kita tidak hanya tahu di mana hiu paus muncul, tetapi juga bagaimana mereka bergerak dan faktor yang memengaruhi perpindahannya. Pengelolaan tidak bisa hanya berbasis satu lokasi, tetapi harus melihat keseluruhan ekosistem laut yang saling terhubung,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan fungsi habitat hiu paus berbeda-beda. Kawasan agregasi seperti Teluk Saleh cenderung menjadi lokasi mencari makan yang stabil sepanjang tahun.

Sementara wilayah laut yang lebih luas hingga laut lepas berfungsi sebagai koridor migrasi sekaligus area mencari makan tambahan saat sumber pakan di kawasan agregasi mulai terbatas.

Peneliti juga mencatat hanya sedikit wilayah yang mampu menopang keberadaan hiu paus secara konsisten sepanjang tahun. Dua lokasi yang dinilai paling penting adalah Teluk Cenderawasih dan Teluk Saleh.

Berita Terkait

Kasus Suntik LPG Subsidi di Klaten Terbongkar, Negara Terhindar dari Kerugian Rp6,7 Miliar
Peringkat Kampus Asia 2026 Dirilis, Ini 10 Terbaik dari Indonesia
Kasus Pembunuhan Perempuan di Bangkalan Terungkap, Pelaku Ternyata Orang Terdekat
Inovasi Pangan Tanpa Api untuk Haji 2026, BRIN Dorong Efisiensi Layanan di Lokasi Padat Jamaah
KPK Bongkar Celah Program Makan Bergizi Gratis, Delapan Titik Rawan Terungkap
Kebakaran Subuh Hanguskan Usaha Mebel di Desa Nglutung, Kerugian Capai Rp70 Juta
Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam
Cekcok Antar Kru PO di Kediri Viral di Medsos, Picu Kemacetan dan Pro-Kontra Netizen
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:51 WIB

Kasus Suntik LPG Subsidi di Klaten Terbongkar, Negara Terhindar dari Kerugian Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:55 WIB

Hiu Paus Indonesia Ternyata Bermigrasi Lintas 13 Negara, Konservasi Tak Bisa Lagi Fokus Satu Lokasi

Minggu, 26 April 2026 - 20:06 WIB

Peringkat Kampus Asia 2026 Dirilis, Ini 10 Terbaik dari Indonesia

Sabtu, 25 April 2026 - 02:37 WIB

Kasus Pembunuhan Perempuan di Bangkalan Terungkap, Pelaku Ternyata Orang Terdekat

Kamis, 23 April 2026 - 22:37 WIB

Inovasi Pangan Tanpa Api untuk Haji 2026, BRIN Dorong Efisiensi Layanan di Lokasi Padat Jamaah

Jumat, 17 April 2026 - 13:03 WIB

KPK Bongkar Celah Program Makan Bergizi Gratis, Delapan Titik Rawan Terungkap

Selasa, 7 April 2026 - 09:19 WIB

Kebakaran Subuh Hanguskan Usaha Mebel di Desa Nglutung, Kerugian Capai Rp70 Juta

Senin, 30 Maret 2026 - 00:49 WIB

Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB