Kasus Penganiayaan Guru di Trenggalek, Novita Hardini Desak Pembentukan Satgas Perlindungan Pendidik

- Pewarta

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumineerdaily.com, Trenggalek – Kasus penganiayaan terhadap Eko Prayitno, guru SMP Negeri 1 Trenggalek, memicu sorotan luas dan desakan agar pemerintah daerah mengambil langkah konkret melindungi tenaga pendidik. Peristiwa tersebut dinilai menjadi alarm serius rapuhnya sistem perlindungan guru di lingkungan sekolah.

Bunda Guru Trenggalek, Novita Hardini, menyebut pemukulan terhadap guru tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa. Menurut dia, kekerasan yang terjadi justru mencerminkan kegagalan negara menghadirkan rasa aman bagi pendidik.

“Saya sangat prihatin. Ini kejadian di luar nalar. Pak Eko adalah guru teladan, berdedikasi tinggi pada pendidikan dan seni, namun justru menjadi korban kekerasan,” kata Novita, Sabtu.

Novita mengaku langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak setelah menerima laporan lengkap terkait peristiwa tersebut. Ia memastikan korban mendapatkan pendampingan hukum yang memadai.

“Saya langsung menghubungi beberapa staf. Pendampingan hukum kami dorong, dan sampai hari ini PGRI masih mendampingi korban,” ujarnya.

Meski korban disebut tidak mengalami trauma psikis berat, dampak serius justru dialami keluarga Eko. Istri dan anak korban berada di lokasi saat penganiayaan terjadi dan hingga kini masih mengalami trauma.

Novita menyebut Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek telah memberikan pendampingan psikososial sejak kejadian berlangsung. “Saya terus memantau. Istri dan anak beliau membutuhkan penanganan khusus, dan alhamdulillah sudah ditangani oleh dinsos,” katanya.

Ia menilai pemerintah daerah tidak cukup hanya bereaksi setelah peristiwa terjadi. Novita mendesak langkah struktural dan berkelanjutan untuk mencegah kekerasan serupa.

“Saya minta dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga segera membentuk Satgas Perlindungan Guru dan Anak dari bullying maupun kekerasan lainnya. Jangan sampai guru bekerja dalam ketakutan,” tegas Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur itu.

Kasus penganiayaan terjadi pada Jumat (31/10/2025), bermula dari tindakan disiplin yang dilakukan Eko di kelas. Saat itu, ia menegakkan aturan penggunaan ponsel dengan membatasi dua perangkat per kelompok untuk keperluan pembelajaran.

Seorang siswi berinisial N kedapatan menggunakan ponsel untuk kepentingan di luar pelajaran. Ponsel tersebut kemudian disita dan diserahkan ke bagian kesiswaan, sesuai aturan sekolah.

Tindakan itu memicu kemarahan keluarga siswi. Usai jam pelajaran, orang tua siswi menelepon Eko dengan nada kasar dan menantang berkelahi. Tak lama berselang, sebuah mobil Innova hitam mendatangi rumah korban.

Seorang pria yang mengaku sebagai kakak siswi memukul Eko dua kali di bagian kepala, di depan istri dan anak korban.

Novita berharap kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap guru sebagai garda terdepan pendidikan. “Guru harus merasa aman saat mendidik. Jika tidak, masa depan pendidikan kita yang dipertaruhkan,” ujarnya.

(GN).

Berita Terkait

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai
Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas
Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek
Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek
DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun
Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor
Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi
Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:19 WIB

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai

Rabu, 9 September 2026 - 23:58 WIB

Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas

Selasa, 8 September 2026 - 15:54 WIB

Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek

Senin, 7 September 2026 - 18:44 WIB

Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek

Kamis, 3 September 2026 - 19:09 WIB

DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WIB

Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terbaru