Trenggalek, Lumineerdaily.com – Alun-Alun Trenggalek dipadati warga pada puncak Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Rabu (2/9/2026) malam. Pagelaran wayang kulit menjadi penutup rangkaian peringatan yang sebelumnya diisi berbagai kegiatan tradisi dan hiburan masyarakat.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin hadir bersama jajaran pemerintah daerah dalam acara tersebut. Ribuan warga dari sejumlah wilayah datang menikmati pertunjukan hingga malam.
Panggung utama menampilkan dalang Ki Purbo Asmoro dengan lakon Wahyu Makuthoromo. Penampilan Jo Klithik dan Jo Kluthuk turut membuat suasana semakin ramai, ditambah pesta kembang api yang berlangsung di sela acara.
Nur Arifin mengatakan seluruh rangkaian Hari Jadi Trenggalek tahun ini dapat berjalan dengan baik berkat keterlibatan banyak pihak. Ia menyebut peran masyarakat tidak kalah penting karena sejak kegiatan awal hingga puncak peringatan warga ikut menjaga dan menyukseskannya.
“Ini semua untuk warga Trenggalek. Mudah-mudahan kabupaten tercinta ini semakin sejahtera dan warganya selalu dilindungi Tuhan YME,” ujar Nur Arifin.
Rangkaian Hari Jadi ke-832 sebelumnya telah melewati sejumlah kegiatan, mulai dari metri bumi, ziarah leluhur, jamasan pusaka, tirakatan, kirab, panjat pinang hingga kesenian tiban.
Menurut Nur Arifin, antusiasme warga dalam mengikuti setiap kegiatan menjadi bagian penting dari perjalanan peringatan Hari Jadi. Ia berharap keterlibatan masyarakat terus terjaga pada tahun-tahun berikutnya.
“Mudah-mudahan tahun-tahun ke depan, perhelatan hari jadi semakin meriah dan bermakna. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu menyelenggarakan acara demi acara,” katanya.
Selain pertunjukan budaya, malam puncak juga diisi pengundian hadiah bagi wajib pajak kendaraan bermotor. Empat unit sepeda motor disiapkan sebagai hadiah utama, disertai sejumlah hadiah lainnya.
Pengundian tersebut menjadi salah satu cara pemerintah daerah mendorong masyarakat memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan. Warga yang mengikuti program tersebut berkesempatan mendapatkan hadiah berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.
Keramaian di Alun-Alun Trenggalek juga memberikan keuntungan bagi pedagang dan pelaku usaha kecil. Sejumlah UMKM memanfaatkan banyaknya pengunjung untuk menjual makanan, minuman serta produk lainnya.
Aktivitas ekonomi tidak hanya terlihat dari transaksi kuliner. Jasa parkir dan berbagai usaha pendukung kegiatan juga ikut mendapatkan pemasukan selama acara berlangsung.
Bagi Nur Arifin, kemeriahan malam penutupan tidak hanya terlihat dari panggung pertunjukan. Ramainya masyarakat dan bergeraknya usaha warga menjadi bagian lain dari manfaat yang muncul dari penyelenggaraan Hari Jadi.
Peringatan Hari Jadi ke-832 akhirnya ditutup dengan pertunjukan wayang kulit hingga malam. Setelah melewati rangkaian tradisi, kegiatan keagamaan dan hiburan, pemerintah daerah berharap semangat kebersamaan yang muncul selama peringatan dapat terus dibawa dalam kehidupan masyarakat Trenggalek.
(gUn)













