Produksi Padi Trenggalek Melonjak, Dinas Pertanian Perkuat Antisipasi Kemarau Panjang

- Pewarta

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani memanen padi di lahan persawahan Kabupaten Trenggalek. Di tengah tren peningkatan produksi padi pada musim tanam 2026

Petani memanen padi di lahan persawahan Kabupaten Trenggalek. Di tengah tren peningkatan produksi padi pada musim tanam 2026

TRENGGALEK, Lumineerdaily.com – Sektor pertanian Kabupaten Trenggalek menunjukkan performa yang menggembirakan pada musim tanam tahun 2026. Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi, produksi padi di daerah tersebut masih mencatat tren positif dan memberikan optimisme terhadap upaya menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Namun, di balik capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak ingin lengah. Ancaman musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang menjadi perhatian serius. Berbagai langkah antisipatif pun mulai disiapkan sejak dini untuk memastikan produktivitas pertanian tetap terjaga dan kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi, mengatakan sektor pertanian saat ini masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Produksi gabah dari musim tanam kedua menunjukkan hasil yang menjanjikan dan diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya panen di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi

Menurutnya, capaian produksi tersebut tidak lepas dari tingginya semangat petani dalam mengoptimalkan lahan pertanian serta dukungan berbagai program pemerintah yang mendorong peningkatan produktivitas. Kondisi cuaca yang relatif mendukung pada sebagian besar musim tanam juga ikut berkontribusi terhadap hasil panen yang diperoleh petani.

“Beberapa wilayah masih dalam proses panen sehingga angka produksi masih berpotensi bertambah. Kami optimistis hasil produksi tahun ini dapat memberikan kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan pangan daerah,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Kemarau Jadi Tantangan Utama

Meski produksi padi menunjukkan tren positif, Dispertapan menilai tantangan terbesar yang harus dihadapi pada semester kedua tahun ini adalah potensi kemarau panjang yang dapat memengaruhi ketersediaan air irigasi.

Fenomena cuaca ekstrem berpotensi menurunkan debit sungai, mata air, maupun sumber-sumber air lain yang selama ini menjadi andalan petani. Jika tidak diantisipasi sejak awal, kondisi tersebut dapat menghambat jadwal tanam dan berisiko menurunkan produktivitas pertanian.

Karena itu, pemerintah daerah memilih mengambil langkah preventif dengan mempersiapkan berbagai skenario pengelolaan air. Upaya tersebut dilakukan agar petani tetap dapat melakukan budidaya meskipun menghadapi musim kering yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

“Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kekeringan. Antisipasi harus dilakukan lebih awal sehingga petani tetap bisa menanam dan menjaga produktivitas lahannya,” kata Imam.

Pompanisasi Jadi Andalan

Salah satu strategi yang disiapkan adalah optimalisasi sistem pompanisasi. Skema ini memungkinkan petani memanfaatkan sumber air permukaan maupun mata air yang masih tersedia untuk dialirkan ke lahan pertanian yang membutuhkan.

Pemanfaatan teknologi pompa dinilai menjadi solusi efektif untuk menjaga suplai air, terutama pada daerah yang tidak sepenuhnya terjangkau jaringan irigasi teknis. Dengan sistem tersebut, distribusi air dapat dilakukan secara lebih fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain pompanisasi, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan efektivitas infrastruktur pendukung lainnya. Pengelolaan bendungan kecil, embung, serta dam parit akan dioptimalkan untuk menampung air sebanyak mungkin sebelum memasuki puncak musim kemarau.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan irigasi sehingga area pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan tetap mendapatkan pasokan air yang cukup.

Indeks Pertanaman Meningkat

Optimisme pemerintah daerah terhadap sektor pertanian tidak lepas dari meningkatnya aktivitas budidaya yang dilakukan petani. Dalam beberapa tahun terakhir, Indeks Pertanaman (IP) di Kabupaten Trenggalek menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Peningkatan indeks pertanaman menandakan lahan sawah semakin produktif karena dapat ditanami lebih dari satu kali dalam setahun. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung peningkatan produksi padi daerah.

Dengan pola tanam yang semakin intensif dan didukung pengelolaan irigasi yang baik, pemerintah optimistis target produksi padi tahun ini dapat tercapai bahkan berpeluang melampaui capaian sebelumnya.

Petani Rasakan Hasil Panen Memuaskan

Di tingkat petani, hasil panen musim ini juga mendapat respons positif. Sejumlah petani mengaku produktivitas tanaman padi mengalami peningkatan dibandingkan musim sebelumnya.

Faktor penggunaan benih unggul, pemupukan yang tepat, serta ketersediaan air yang masih mencukupi selama masa pertumbuhan tanaman menjadi penunjang utama keberhasilan panen.

Petani di sejumlah wilayah sentra produksi padi bahkan melaporkan hasil panen yang cukup tinggi. Kondisi tersebut memberikan harapan bahwa sektor pertanian Trenggalek masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang di tengah berbagai tantangan iklim.

Selain meningkatkan pendapatan petani, hasil panen yang baik juga berdampak pada stabilitas pasokan pangan daerah. Ketersediaan beras yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Peran Strategis Trenggalek dalam Ketahanan Pangan

Sebagai salah satu daerah agraris di Jawa Timur, Trenggalek memiliki peran penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Produksi padi yang stabil menjadi modal utama untuk menjaga ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat.

Pemerintah daerah menilai kolaborasi antara petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah desa, hingga instansi terkait menjadi kunci keberhasilan pembangunan sektor pertanian.

Melalui berbagai program pendampingan dan penguatan sarana produksi pertanian, diharapkan produktivitas lahan dapat terus meningkat tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, kesiapan menghadapi musim kemarau menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan produksi pangan. Karena itu, langkah-langkah mitigasi yang dilakukan sejak awal diyakini mampu menjaga stabilitas produksi sekaligus memberikan rasa aman bagi petani.

Dengan tren produksi yang positif dan strategi antisipasi yang terus diperkuat, Kabupaten Trenggalek optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan di Jawa Timur. Pemerintah berharap hasil panen yang baik dapat terus berlanjut hingga akhir tahun sehingga kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan masyarakat tetap terjaga. (gun)

Berita Terkait

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya
Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan
DPRD Trenggalek Dorong Gedung Rawat Inap Jiwa RSUD Soedomo Segera Dibangun
DPC Ormas 212 Trenggalek Resmi Dikukuhkan, Fokus Perkuat Peran Sosial di Tengah Masyarakat
Warga Patungan Beli Tanah Sekolah, Pemkab Trenggalek Kemana? Tanah SDN 1 Sengon Jadi Tanda Tanya Besar
VIRAL! DUGAAN BISNIS LKS DI MIN 1 TRENGGALEK, PLT KEPALA MTSN BELUM BERI KLARIFIKASI
Kasus DBD Menurun, Dinkes Trenggalek Minta Warga Tidak Abaikan Pencegahan
Bupati Trenggalek Lepas Sekda Edy Soepriyanto Purna Tugas, Transisi Kepemimpinan Birokrasi Disiapkan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:07 WIB

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:25 WIB

Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:34 WIB

DPRD Trenggalek Dorong Gedung Rawat Inap Jiwa RSUD Soedomo Segera Dibangun

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:26 WIB

DPC Ormas 212 Trenggalek Resmi Dikukuhkan, Fokus Perkuat Peran Sosial di Tengah Masyarakat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:33 WIB

Warga Patungan Beli Tanah Sekolah, Pemkab Trenggalek Kemana? Tanah SDN 1 Sengon Jadi Tanda Tanya Besar

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:59 WIB

VIRAL! DUGAAN BISNIS LKS DI MIN 1 TRENGGALEK, PLT KEPALA MTSN BELUM BERI KLARIFIKASI

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:57 WIB

Kasus DBD Menurun, Dinkes Trenggalek Minta Warga Tidak Abaikan Pencegahan

Jumat, 26 Juni 2026 - 03:24 WIB

Bupati Trenggalek Lepas Sekda Edy Soepriyanto Purna Tugas, Transisi Kepemimpinan Birokrasi Disiapkan

Berita Terbaru