TABANAN, lumineerdaily.com – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga sederhana di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Kepergian KD (45) meninggalkan luka yang tak hanya dirasakan istri dan kerabatnya, tetapi juga tiga anak yang kini harus menjalani hidup tanpa sosok ayah.
Perhatian publik tertuju pada anak bungsu KD, Keysa. Tangisnya saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka menjadi potongan peristiwa yang menyentuh banyak hati. Di depan rumah sederhana yang dipenuhi pelayat, bocah itu terus menangis memanggil ayahnya. Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan.
Keluarga KD diketahui hidup dalam kondisi ekonomi terbatas. Mereka selama ini tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Meski hidup sederhana, keluarga itu berusaha menjalani keseharian dengan apa yang dimiliki.
KD meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Anak sulung telah berkeluarga, anak kedua masih duduk di bangku SMA, sedangkan Keysa masih bersekolah di tingkat dasar. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat hubungan Keysa dengan sang ayah disebut sangat dekat.
Kini, rumah yang dulu masih diisi canda keluarga berubah menjadi tempat berkabung. Warga sekitar berdatangan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang menghadapi cobaan berat tersebut.
Peristiwa yang merenggut nyawa KD terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Ia diduga terlibat kasus pencurian ayam sebelum akhirnya menjadi korban pengeroyokan oleh massa.
Kasus tersebut memantik perhatian luas. Di satu sisi, dugaan pencurian merupakan tindak pidana yang harus diproses sesuai hukum. Namun di sisi lain, tindakan main hakim sendiri hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia juga tidak dibenarkan dan memiliki konsekuensi hukum.
Kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut. Sejumlah orang telah diamankan untuk dimintai keterangan terkait dugaan pengeroyokan yang berujung pada kematian KD.
Di tengah proses hukum yang berjalan, perhatian masyarakat justru banyak mengarah kepada keluarga yang ditinggalkan. Banyak warganet menyampaikan doa dan harapan agar ketiga anak KD, terutama Keysa, tetap mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan menata masa depan.
Kisah keluarga ini menjadi pengingat bahwa setiap perkara pidana harus diselesaikan melalui jalur hukum. Di balik sebuah peristiwa yang menyita perhatian publik, ada keluarga yang harus menanggung kehilangan dan anak-anak yang kini tumbuh tanpa kehadiran seorang ayah.
Editor: Redaksi
Pewarta: TIM















