TRENGGALEK, Lumineerdaily.com – Kondisi ruas jalan Krandekan-Gandusari menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meninjau langsung jalan tersebut saat turun ke wilayah Kecamatan Gandusari, Rabu (9/9/2026).
Peninjauan dilakukan bersamaan dengan agenda Bupati menemui dan menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga kurang mampu. Dari lokasi itu, Mas Ipin melihat langsung ruas jalan yang dalam waktu dekat direncanakan mendapat penanganan.
Pekerjaan peningkatan jalan Krandekan-Gandusari kini masih berada dalam proses pengadaan. Tahap evaluasi penawaran sedang berjalan dan Pemkab Trenggalek menargetkan pekerjaan sudah masuk kontrak pada pekan depan.
Plt Kepala Dinas PUPR Trenggalek Anjang Purwoko mengatakan ruas tersebut memang masuk dalam prioritas penanganan infrastruktur.
“Jadi ini bersamaan dengan agenda penyampaian bantuan kepada masyarakat. Kebetulan melewati jalan Krandekan-Gandusari yang direncanakan ada penanganan. Saat ini masih dalam proses tender,” kata Anjang.
Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek
Penanganan ruas Krandekan-Gandusari memiliki panjang sekitar 5,5 kilometer dengan pagu anggaran kurang lebih Rp10 miliar. Dana yang digunakan berasal dari skema pinjaman.
Menurut Anjang, ruas tersebut merupakan bagian dari satu koridor jalan Kedunglurah-Krandekan-Gandusari. Sebagian koridor telah lebih dahulu mendapatkan penanganan.
Ruas Kedunglurah-Krandekan, misalnya, telah dikerjakan pada 2024 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun masih terdapat sekitar 400 meter yang belum tertangani.
Bagian yang tersisa tersebut direncanakan masuk dalam APBD induk 2027. Dengan pola pengerjaan bertahap itu, pemerintah daerah menargetkan koridor tersebut dapat dituntaskan.
“Ruas Kedunglurah-Krandekan itu tahun 2024 sudah ada penanganan melalui dana DAK. Tapi masih menyisakan sekitar 400 meter yang belum tertangani. Sedangkan Krandekan-Gandusari kita tangani melalui dana pinjaman,” jelas Anjang.
Saat ini, pekerjaan Krandekan-Gandusari masih berada pada tahapan pengadaan fisik konstruksi. Setelah evaluasi penawaran selesai dan kontrak ditandatangani, pekerjaan diharapkan segera masuk tahap pelaksanaan.
Penanganan jalan tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan infrastruktur Trenggalek pada 2026. Pemkab juga menyiapkan sejumlah pekerjaan lain melalui APBD induk.
Anjang menyebut terdapat 22 paket pekerjaan infrastruktur yang masuk dalam rencana pelaksanaan tahun ini. Tiga paket yang bersumber dari DAK telah berjalan, yakni dua paket di Kecamatan Durenan dan satu paket di Kecamatan Pule.
Salah satu pekerjaan di Kecamatan Pule berupa penanganan jembatan Kembang Sore.
Sementara 19 paket lainnya masih dalam proses mini kompetisi dan evaluasi. Selain itu, terdapat dua paket tender cepat untuk pekerjaan jembatan di Karangrejo, Kecamatan Kampak, dan Munjungan.
Pemkab Trenggalek berharap proses pengadaan dapat segera diselesaikan sehingga pekerjaan fisik tidak terlalu lama menunggu.
Bagi warga Krandekan, rencana tersebut membawa harapan tersendiri. Siti Qoiriyah, warga RT 16/RW 08 Desa Krandekan, mengatakan perbaikan jalan akan membantu aktivitas masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas tersebut.
Perempuan yang sehari-hari berjualan es teh dan jajanan itu berharap pekerjaan tidak berhenti pada rencana.
“Tentunya saya merasa senang bila jalan ini mau diperbaiki. Harapan saya segera dilaksanakan, untuk mempermudah akses masyarakat dan mengurangi risiko orang jatuh,” tuturnya.
Peninjauan yang dilakukan Mas Ipin setidaknya mempertemukan dua hal di lapangan: kebutuhan warga terhadap jalan yang lebih baik dan rencana pemerintah untuk menangani ruas tersebut.
Kini warga tinggal menunggu proses pengadaan selesai dan pekerjaan benar-benar dimulai. Jika target kontrak tercapai, ruas sepanjang sekitar 5,5 kilometer itu akan segera masuk tahap pengerjaan. (gun)













