Ancaman El Nino 2026 Menguat, Dinas Pertanian Trenggalek Antisipasi Krisis Air dan Risiko Gagal Panen

- Pewarta

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Dinas Pertanian Trenggalek. (Pemerintah daerah menyiapkan mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang dan risiko kekeringan pada 2026)

Foto : Kepala Dinas Pertanian Trenggalek. (Pemerintah daerah menyiapkan mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang dan risiko kekeringan pada 2026)

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang pada 2026. Ancaman cuaca kering berkepanjangan diperkirakan dapat memicu krisis air di sejumlah wilayah pertanian serta meningkatkan risiko penurunan produksi pangan.

Sektor pertanian menjadi perhatian utama mengingat sebagian wilayah Trenggalek masih bergantung pada pola tanam yang sensitif terhadap perubahan iklim, terutama pada lahan tadah hujan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi, mengatakan pemerintah daerah telah menerima informasi peringatan terkait potensi kemarau panjang yang diperkirakan mencapai puncak pada Agustus hingga September 2026.

“Kami mendapat informasi terkait potensi kemarau panjang pada tahun ini dengan puncak sekitar Agustus hingga September, sehingga persiapan harus dilakukan lebih awal,” ujar Imam Nurhadi, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, ancaman utama dari musim kemarau berkepanjangan bukan hanya berkurangnya curah hujan, tetapi juga potensi menurunnya ketersediaan air untuk pertanian.

Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat berdampak pada pola tanam petani, produktivitas lahan, hingga risiko gagal panen pada wilayah rawan kekeringan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Dinas Pertanian menyiapkan sejumlah strategi penguatan infrastruktur air.

Langkah yang disiapkan meliputi pembangunan sumur dalam dan dangkal, pemanfaatan aliran sungai melalui sistem pipanisasi, optimalisasi sumber mata air dengan sistem gravitasi, hingga pengembangan irigasi perpompaan.

“Fokus kami memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi. Karena itu, kami siapkan berbagai alternatif sumber air, termasuk irigasi perpompaan untuk mendukung pertanian saat kemarau panjang,” katanya.

Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga mendorong petani menyesuaikan pola tanam berdasarkan karakteristik lahan dan potensi risiko cuaca.

Pada lahan kering atau tadah hujan, petani diarahkan mempertimbangkan komoditas yang lebih adaptif terhadap keterbatasan air, salah satunya ubi jalar.

Langkah adaptasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan produksi di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Dinas Pertanian juga telah melakukan pemetaan wilayah berdasarkan tingkat kerawanan kekeringan. Area yang masuk kategori prioritas akan mendapatkan perhatian lebih intensif dalam penanganan dan distribusi dukungan infrastruktur air.

Trenggalek dalam dua tahun terakhir mencatat peningkatan Indeks Pertanaman (IP), dari 1,9 pada 2024 menjadi 2,4 pada 2025. Capaian tersebut disebut sebagai hasil optimalisasi irigasi dan peningkatan intensitas tanam.

Pemerintah daerah berharap tren tersebut dapat dipertahankan meski menghadapi ancaman musim kering tahun ini.

“Harapannya indeks pertanaman tidak turun signifikan dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujar Imam.

Ancaman kemarau panjang pada 2026 menjadi tantangan bagi banyak daerah agraris. Bagi Trenggalek, kesiapan menjaga ketersediaan air dipandang sebagai kunci untuk mempertahankan ketahanan pangan sekaligus melindungi pendapatan petani.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian iklim, strategi mitigasi yang dilakukan lebih awal dinilai menjadi langkah penting agar dampak cuaca ekstrem dapat ditekan.

(gun)

Berita Terkait

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai
Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas
Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek
Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek
DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun
Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor
Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi
Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:19 WIB

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai

Rabu, 9 September 2026 - 23:58 WIB

Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas

Selasa, 8 September 2026 - 15:54 WIB

Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek

Senin, 7 September 2026 - 18:44 WIB

Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek

Kamis, 3 September 2026 - 19:09 WIB

DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WIB

Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terbaru