Bupati Arifin Tanam Bawang Putih di Pule, Trenggalek Bidik Swasembada

- Pewarta

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, LumineeDaily.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Trenggalek mulai menyasar komoditas bawang putih. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya menanam bawang putih di Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Rabu (19/8/2026).

Penanaman tersebut menjadi langkah awal untuk mengembangkan bawang putih di wilayah dataran tinggi Trenggalek sekaligus mendukung target swasembada komoditas yang selama ini masih bergantung pada pasokan impor.

Program tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman bawang putih yang diinisiasi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dilaksanakan secara serentak di 17 provinsi. Di Jawa Timur, terdapat empat kabupaten yang ditunjuk, yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, Magetan dan Trenggalek.

Di Desa Karanganyar, tahap awal dilakukan pada lahan seluas 0,2 hektare. Sebanyak 150 kilogram bibit bawang putih varietas Lumbu Hijau ditanam dengan melibatkan delapan petani dari kelompok tani setempat.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, pengembangan bawang putih menjadi tantangan baru karena komoditas tersebut belum banyak dibudidayakan petani di Trenggalek. Namun, kondisi geografis daerah dinilai memberikan peluang untuk mengembangkan tanaman tersebut.

“Kita sama-sama tahu bahwa ketergantungan kita terhadap impor, khususnya bawang putih, masih sangat tinggi. Kami menyambut baik hal ini meskipun tentu menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat kita, khususnya di Trenggalek, belum terbiasa menanam bawang putih,” kata Arifin.

Menurut Arifin, sejumlah kawasan di Trenggalek memiliki ketinggian sekitar 700 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut yang berpotensi untuk pengembangan bawang putih.

Karena itu, penanaman di Karanganyar menjadi tahap awal untuk melihat sejauh mana tanaman tersebut dapat berkembang dan menghasilkan di lahan pertanian setempat.

Bibit Lumbu Hijau yang digunakan dalam program tersebut dipilih karena dinilai dapat tumbuh pada kawasan dengan ketinggian sekitar 700-800 meter di atas permukaan laut.

“Dengan luasan 0,2 hektare di kawasan Karanganyar ini, ada beberapa gapoktan yang dilibatkan dengan jumlah delapan petani. Ke depan bisa kita luaskan kalau tiga bulan nanti kita evaluasi bisa panen,” ujarnya.

Hasil panen pertama menjadi salah satu indikator penting untuk menentukan pengembangan berikutnya. Pemerintah daerah menargetkan budidaya tersebut tidak berhenti pada penanaman perdana, tetapi dapat diperluas apabila hasilnya sesuai harapan.

Arifin juga berharap peningkatan produksi bawang putih dari daerah dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus menjaga kestabilan harga.

Jika produksi dalam negeri semakin kuat, pasokan bawang putih diharapkan lebih terjaga sehingga gejolak harga dapat ditekan.

Sementara itu, Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya mengatakan, penanaman bawang putih tersebut merupakan bagian dari kegiatan nasional yang dilaksanakan di 17 provinsi.

Pusat kegiatan berada di Desa Sembalun, Lombok Timur. Untuk wilayah Jawa Timur, empat kabupaten ditunjuk sebagai lokasi program, termasuk Trenggalek.

“Untuk hari ini kita menanam bawang putih sebanyak 0,20 hektare. Jadi kalau dilihat hasil panen tiga bulan ke depan, bisa dikembangkan menjadi 1,5 hektare,” kata Rizky.

Menurut dia, target awal pengembangan berada di angka 1,5 hektare. Perluasan lahan akan mempertimbangkan hasil evaluasi setelah panen serta kondisi tanaman di lokasi awal.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Imam Rohadi menambahkan, wilayah Trenggalek memiliki sejumlah kawasan yang berpotensi dikembangkan sebagai lahan bawang putih.

Selain Kecamatan Pule, potensi tersebut juga terdapat di wilayah Puyung serta Kecamatan Bendungan, khususnya kawasan Boto Putih.

“Ketinggian 700 meter di atas permukaan laut itu sudah merupakan potensi yang ada di Kabupaten Trenggalek. Di daerah Pule dan nanti sampai dengan Puyung. Kemudian Kecamatan Bendungan di daerah Boto Putih juga punya potensi yang luar biasa untuk penanaman bawang putih,” ujar Imam.

Menurut dia, pengembangan bawang putih menjadi bagian dari upaya memperluas komoditas pangan yang dapat diproduksi dari dalam negeri.

Pemerintah daerah kini akan menunggu hasil budidaya tahap awal sebelum menentukan langkah selanjutnya. Jika produktivitas tanaman memenuhi harapan, lahan penanaman dapat diperluas ke kawasan lain yang memiliki karakteristik serupa.

Bagi Trenggalek, pengembangan bawang putih juga membuka peluang diversifikasi komoditas pertanian, khususnya di wilayah dataran tinggi. Keberhasilan program tersebut akan sangat bergantung pada hasil panen, kesinambungan budidaya, serta kemampuan petani mengembangkan tanaman bawang putih secara berkelanjutan.

Dari lahan seluas 0,2 hektare di Karanganyar, langkah menuju pengembangan bawang putih yang lebih luas di Trenggalek kini mulai diuji. Evaluasi panen dalam beberapa bulan mendatang akan menjadi dasar untuk menentukan apakah komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi salah satu tanaman unggulan baru daerah.

(guN)

Berita Terkait

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai
Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas
Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek
Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek
DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun
Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor
Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi
Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:19 WIB

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai

Rabu, 9 September 2026 - 23:58 WIB

Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas

Selasa, 8 September 2026 - 15:54 WIB

Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek

Senin, 7 September 2026 - 18:44 WIB

Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek

Kamis, 3 September 2026 - 19:09 WIB

DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WIB

Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terbaru