Gerakan Perempuan Sarinah Diluncurkan, Strategi Trenggalek Tekan Banjir dan Lawan Pupuk Mahal dari Dapur Rumah Tangga

- Pewarta

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK – Persoalan banjir, sampah, hingga mahalnya pupuk pertanian di Kabupaten Trenggalek kini dijawab lewat pendekatan yang tak biasa: menggerakkan perempuan dari rumah ke rumah. Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek, Novita Hardini, secara resmi meluncurkan Gerakan Perempuan Sarinah di Sekretariat Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama, Desa Karangsoko, Minggu (21/12/2025).

Program Sarinah akronim dari Selesaikan Sampah Organik dan Limbah bukan sekadar gerakan kebersihan. Inisiatif ini dirancang sebagai strategi terpadu untuk menekan risiko bencana lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga.

Novita menyebut, meningkatnya ancaman banjir setiap musim hujan tak bisa dilepaskan dari persoalan sampah, terutama sampah organik yang kerap berakhir menyumbat aliran sungai.

Saya mencoba mengawinkan penyelesaian masalah lingkungan dengan pengolahan sampah, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para penggeraknya,” ujar Novita.

Lengkapi Sangu Sampah, Sarinah Fokus Sampah Organik dan Elektronik

Gerakan Sarinah menjadi pelengkap dari program Sangu Sampah yang sebelumnya diluncurkan Pemkab Trenggalek dan lebih menitikberatkan pada pengelolaan sampah anorganik. Dalam Sarinah, pengelolaan sampah diklasifikasikan secara tegas agar tidak tumpang tindih.

TP PKK dipercaya menangani pengelolaan minyak jelantah, KWT fokus pada sampah organik rumah tangga, sementara sampah elektronik dikelola komunitas Sepeda Keren bekerja sama dengan industri lokal di Trenggalek.

Dari pengolahan sampah organik ini, dihasilkan pupuk organik cair dan padat yang akan dibagikan langsung kepada petani.

Keluhan pupuk mahal, langka, dan terbatas harus dijawab dengan solusi. Pupuk organik ini diharapkan bisa menjadi alternatif nyata bagi petani,” tegas Novita, yang juga anggota Komisi VII DPR RI.

Pekarangan Jadi Lumbung Pangan Keluarga

Tak berhenti di sektor pertanian, Sarinah juga menyasar ketahanan pangan keluarga. Pupuk organik yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pekarangan rumah menjadi kebun sayur.

Targetnya jelas: tidak ada lagi pekarangan kosong.

Kalau pekarangan produktif, keluarga bisa lebih hemat. Bahkan ke depan bisa jadi sumber tambahan penghasilan,” jelasnya.

Novita optimistis, hasil kebun rumah tangga tidak hanya mencukupi konsumsi keluarga, tetapi juga dapat mendukung rantai pasok lokal. Penjual sayur keliling atau bakul etek pun diuntungkan karena tidak perlu lagi mengambil pasokan dari luar daerah.

“Cukup ambil dari ibu-ibu KWT. Ini ekonomi lokal yang saling menguatkan,” tambahnya.

Perempuan di Garis Depan Solusi Daerah

Melalui Gerakan Perempuan Sarinah, Trenggalek menempatkan perempuan bukan hanya sebagai objek program, tetapi sebagai aktor utama perubahan—mulai dari dapur rumah tangga, pekarangan, hingga penguatan ekonomi lokal.

Jika berjalan konsisten, Sarinah bukan hanya berpotensi menekan volume sampah dan risiko banjir, tetapi juga menjadi model pembangunan berbasis perempuan yang berkelanjutan.

(gn).

Berita Terkait

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya
Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan
DPRD Trenggalek Dorong Gedung Rawat Inap Jiwa RSUD Soedomo Segera Dibangun
DPC Ormas 212 Trenggalek Resmi Dikukuhkan, Fokus Perkuat Peran Sosial di Tengah Masyarakat
Warga Patungan Beli Tanah Sekolah, Pemkab Trenggalek Kemana? Tanah SDN 1 Sengon Jadi Tanda Tanya Besar
VIRAL! DUGAAN BISNIS LKS DI MIN 1 TRENGGALEK, PLT KEPALA MTSN BELUM BERI KLARIFIKASI
Kasus DBD Menurun, Dinkes Trenggalek Minta Warga Tidak Abaikan Pencegahan
Bupati Trenggalek Lepas Sekda Edy Soepriyanto Purna Tugas, Transisi Kepemimpinan Birokrasi Disiapkan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:07 WIB

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:25 WIB

Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:34 WIB

DPRD Trenggalek Dorong Gedung Rawat Inap Jiwa RSUD Soedomo Segera Dibangun

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:26 WIB

DPC Ormas 212 Trenggalek Resmi Dikukuhkan, Fokus Perkuat Peran Sosial di Tengah Masyarakat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:33 WIB

Warga Patungan Beli Tanah Sekolah, Pemkab Trenggalek Kemana? Tanah SDN 1 Sengon Jadi Tanda Tanya Besar

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:59 WIB

VIRAL! DUGAAN BISNIS LKS DI MIN 1 TRENGGALEK, PLT KEPALA MTSN BELUM BERI KLARIFIKASI

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:57 WIB

Kasus DBD Menurun, Dinkes Trenggalek Minta Warga Tidak Abaikan Pencegahan

Jumat, 26 Juni 2026 - 03:24 WIB

Bupati Trenggalek Lepas Sekda Edy Soepriyanto Purna Tugas, Transisi Kepemimpinan Birokrasi Disiapkan

Berita Terbaru