Puluhan Sekolah di Trenggalek Tanpa Kepala Definitif, Program dan Anggaran Berpotensi Tersendat

- Pewarta

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kantor Dinas Pendidikan Trenggalek

Foto Kantor Dinas Pendidikan Trenggalek

TRENGGALEK, lumineerdaily.com – Puluhan sekolah di Kabupaten Trenggalek hingga kini masih belum memiliki kepala sekolah definitif. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan tersendiri dalam pengelolaan pendidikan, terutama pada aspek manajemen sekolah, pelaksanaan program, hingga efektivitas penggunaan anggaran.

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek mencatat sebanyak 63 jabatan kepala sekolah masih kosong per awal Mei 2026. Jumlah itu terdiri dari 53 sekolah dasar (SD) dan 10 sekolah menengah pertama (SMP).

Untuk menjaga operasional sekolah tetap berjalan, posisi tersebut sementara diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Dalam praktiknya, satu kepala sekolah dapat merangkap memimpin lebih dari satu lembaga pendidikan.

Kondisi ini dinilai menjadi solusi sementara agar aktivitas administrasi dan pembelajaran tetap berlangsung. Namun, sistem tersebut juga memunculkan konsekuensi berupa terbatasnya fokus kepemimpinan di masing-masing sekolah.

Kepala Bidang Pemetaan dan Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Trenggalek, Wawan Catur Prasetyo, mengatakan sebagian besar kekosongan jabatan terjadi akibat pensiun kepala sekolah dalam beberapa tahun terakhir.

“Per Mei 2026 terdapat 63 kekosongan kepala sekolah, terdiri dari 53 SD dan 10 SMP,” ujarnya.

Menurut Wawan, pengisian kepala sekolah saat ini tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan melalui sistem digital yang terintegrasi dengan kementerian dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Mekanisme tersebut mengharuskan calon kepala sekolah melalui serangkaian tahapan, mulai seleksi administrasi, verifikasi dokumen, hingga pemenuhan kompetensi.

Proses tersebut dinilai membuat pengisian jabatan memerlukan waktu lebih panjang dibanding sebelumnya.

Di sisi lain, absennya kepala sekolah definitif dapat berdampak pada sejumlah agenda strategis sekolah. Mulai dari penyusunan program kerja, pengembangan kualitas pembelajaran, evaluasi kinerja, hingga penguatan tata kelola kelembagaan.

Kepala sekolah definitif memiliki ruang gerak lebih luas dalam mengambil keputusan jangka panjang, termasuk terkait pengembangan institusi dan kebijakan internal sekolah.

Sementara dalam konteks pengelolaan anggaran, kepemimpinan definitif juga dinilai penting untuk memastikan perencanaan berjalan stabil dan tepat sasaran.

Dana operasional sekolah, pengadaan sarana prasarana, serta program peningkatan mutu pendidikan memerlukan perencanaan yang konsisten dan pengawasan berkelanjutan.

Jika terlalu lama bergantung pada sistem Plt, fokus pengelolaan berisiko terbagi karena pejabat yang sama harus menangani lebih dari satu sekolah sekaligus.

Selain aspek administratif, kondisi ini juga berdampak pada ritme koordinasi internal. Kepala sekolah berperan penting dalam sinkronisasi guru, hubungan dengan komite sekolah, serta penguatan budaya organisasi di lingkungan pendidikan.

Dinas Pendidikan Trenggalek menargetkan proses pengisian jabatan kepala sekolah dapat dilakukan bertahap sepanjang 2026.

Pemerintah daerah berharap seluruh jabatan kosong segera terisi agar sekolah kembali memiliki kepemimpinan penuh dan lebih optimal dalam menjalankan program pendidikan.

Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, percepatan pengisian kepala sekolah dinilai menjadi langkah penting agar stabilitas manajemen sekolah tidak terlalu lama bergantung pada skema sementara.

(gun)

Berita Terkait

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai
Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas
Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek
Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek
DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun
Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor
Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi
Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:19 WIB

Mas Ipin Tinjau Jalan Krandekan-Gandusari, Perbaikan 5,5 Kilometer Segera Dimulai

Rabu, 9 September 2026 - 23:58 WIB

Mas Ipin Cek Langsung Data Warga Miskin, Temukan Masalah yang Tak Terlihat di Atas Kertas

Selasa, 8 September 2026 - 15:54 WIB

Wabup Syah: Perubahan APBD 2026 Perkuat Ruang Pembangunan dan Pelayanan Masyarakat Trenggalek

Senin, 7 September 2026 - 18:44 WIB

Hari Jadi ke-832 Meriah, Mas Ipin Ingatkan Masih Banyak Pekerjaan untuk Trenggalek

Kamis, 3 September 2026 - 19:09 WIB

DPRD Trenggalek Siapkan Skema Dana Cadangan Pilkada, Usulan Rp40 Miliar Dicicil Dua Tahun

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WIB

Bupati Arifin Tutup Hari Jadi Trenggalek ke-832 dengan Wayang Kulit dan Undian Motor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Bupati Arifin Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832, Petani Bawa Hasil Bumi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Trenggalek Ziarah ke Makam Para Pendahulu

Berita Terbaru