Trenggalek Tekan Perkawinan Anak, Desa Jadi Garda Utama

- Pewarta

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Lumineerdaily – Pemerintah Kabupaten Trenggalek melaporkan penurunan tajam kasus perkawinan anak dalam tiga tahun terakhir. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyebut keberhasilan itu ditopang peran pemerintah desa yang memperketat administrasi pernikahan.

 

“Desa berada pada titik paling awal setiap rencana pernikahan. Dari situ pencegahan berjalan,” ujar Arifin dalam pertemuan evaluasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Senin.

 

Gerakan “Desa Nol Perkawinan Anak” yang diluncurkan pada 2021 disebut menjadi instrumen utama. Sejumlah kecamatan mencatat penurunan signifikan: Panggul dari hampir 5 persen menjadi nol koma, Munjungan dari 6 persen menjadi satu koma, dan Kampak dari 5 persen turun ke nol koma. Penurunan secara keseluruhan mencapai 60–70 persen per tahun, dari hampir 90 kasus menjadi sekitar 30.

 

Arifin menilai efektivitas program muncul dari verifikasi dokumen pernikahan oleh desa, termasuk formulir N1 yang terhubung ke Pengadilan Agama. Desa, katanya, mengetahui lebih cepat kondisi calon pengantin dan kesiapan mereka.

 

Ia menekankan bahwa perlindungan anak bukan bentuk pelarangan pernikahan, melainkan memastikan kematangan mental, ekonomi, dan pendidikan. Tantangan terbesar, menurut dia, adalah kasus married by accident yang meningkat seiring mobilitas ekonomi keluarga.

 

Arifin mengusulkan agar pemerintah provinsi memperluas gerakan desa nol kasus dengan dukungan fiskal. Insentif dianggap lebih efektif ketimbang menambah kader baru. “Tokoh desa sudah punya modal sosial. Tinggal diperkuat,” ujarnya.

Berita Terkait

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya
Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan
DPRD Trenggalek Dorong Gedung Rawat Inap Jiwa RSUD Soedomo Segera Dibangun
DPC Ormas 212 Trenggalek Resmi Dikukuhkan, Fokus Perkuat Peran Sosial di Tengah Masyarakat
Warga Patungan Beli Tanah Sekolah, Pemkab Trenggalek Kemana? Tanah SDN 1 Sengon Jadi Tanda Tanya Besar
VIRAL! DUGAAN BISNIS LKS DI MIN 1 TRENGGALEK, PLT KEPALA MTSN BELUM BERI KLARIFIKASI
Kasus DBD Menurun, Dinkes Trenggalek Minta Warga Tidak Abaikan Pencegahan
Bupati Trenggalek Lepas Sekda Edy Soepriyanto Purna Tugas, Transisi Kepemimpinan Birokrasi Disiapkan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:07 WIB

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:25 WIB

Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:34 WIB

DPRD Trenggalek Dorong Gedung Rawat Inap Jiwa RSUD Soedomo Segera Dibangun

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:26 WIB

DPC Ormas 212 Trenggalek Resmi Dikukuhkan, Fokus Perkuat Peran Sosial di Tengah Masyarakat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:33 WIB

Warga Patungan Beli Tanah Sekolah, Pemkab Trenggalek Kemana? Tanah SDN 1 Sengon Jadi Tanda Tanya Besar

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:59 WIB

VIRAL! DUGAAN BISNIS LKS DI MIN 1 TRENGGALEK, PLT KEPALA MTSN BELUM BERI KLARIFIKASI

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:57 WIB

Kasus DBD Menurun, Dinkes Trenggalek Minta Warga Tidak Abaikan Pencegahan

Jumat, 26 Juni 2026 - 03:24 WIB

Bupati Trenggalek Lepas Sekda Edy Soepriyanto Purna Tugas, Transisi Kepemimpinan Birokrasi Disiapkan

Berita Terbaru