Lumineerdaily.com, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai merealisasikan rencana perbaikan infrastruktur jembatan pada tahun anggaran 2026. Total dana yang dialokasikan mencapai sekitar Rp8 miliar untuk dua titik utama, yakni Jembatan Junjung dan Jembatan Pekel.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan yang melintasi jalur vital tersebut.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, menjelaskan bahwa saat ini proses pengadaan masih berada pada tahap administrasi akhir, tepatnya menunggu kelengkapan dokumen dari pihak pemenang lelang.
“Ini masih surat penunjukan pemenang lelang dan belum berkontrak. Mereka harus menyertakan jaminan pelaksanaan sebesar 5 persen dari nilai kontrak,” ujarnya, Jumat (25/04/2026).
Setelah jaminan tersebut dipenuhi, proses akan dilanjutkan ke tahap penandatanganan kontrak sebelum pekerjaan fisik dimulai di lapangan.
Dari total anggaran yang tersedia, perbaikan Jembatan Junjung menjadi proyek dengan porsi terbesar, yakni sekitar Rp7,1 miliar. Jembatan ini direncanakan mengalami perbaikan menyeluruh dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar tujuh bulan.
Pemerintah daerah menargetkan proyek tersebut dapat selesai pada akhir tahun 2026, sehingga jembatan bisa kembali difungsikan secara normal dan mendukung aktivitas transportasi masyarakat.
“Target kami Desember 2026 pekerjaan perbaikan Jembatan Junjung sudah selesai,” kata Rifai.
Perbaikan ini dinilai penting mengingat peran Jembatan Junjung sebagai salah satu akses penghubung yang cukup padat dilalui kendaraan, baik untuk kebutuhan warga maupun distribusi barang antarwilayah.
Sementara itu, proyek perbaikan Jembatan Pekel masih belum masuk tahap pelaksanaan. Pemerintah daerah masih menunggu proses lelang yang direncanakan berlangsung pada triwulan kedua 2026.
Keterlambatan proses ini disebut lebih disebabkan oleh tahapan administrasi dan penyesuaian teknis perencanaan, sebelum nantinya pekerjaan fisik dapat dimulai.
Meski demikian, Pemkab Tulungagung memastikan bahwa kedua proyek tersebut tetap menjadi prioritas dalam program peningkatan infrastruktur daerah tahun ini.
Program perbaikan dua jembatan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah untuk menjaga kualitas infrastruktur dasar, khususnya pada fasilitas penghubung antarwilayah yang mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan kondisi.
Selain aspek teknis, proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi, terutama dalam memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga aktivitas perdagangan lokal.
Dengan nilai investasi yang cukup besar, pemerintah daerah menegaskan komitmennya agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal, tepat mutu, dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Tulungagung.
(gun)







